JAKARTA, KOMPAS — Peredaran etomidate di Jakarta menyasar remaja kelas menengah atas dan warga usia produktif, terutama berusia 17-30 tahun. Zat tersebut dikemas dalam rokok elektronik (vape) agar tidak mudah terdeteksi. Adapun pembuatan etomidate dilakukan secara ilegal di sejumlah apartemen di wilayah penyangga Jakarta.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Ahmad David mengatakan, sepanjang semester I-2026, pihaknya telah menyita 16.956 kartrid vape yang mengandung etomidate serta 33,88 kilogram serbuk etomidate. "Barang bukti ini diperoleh dari clandestine lab atau laboratorium ilegal skala rumahan di sejumlah wilayah Jakarta dan sekitarnya," ujar Ahmad, Jumat (26/6/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan, sebagian besar bahan baku etomidate didatangkan dari China. Bahkan, beberapa tersangka merupakan warga negara asing.
David menjelaskan, sebagian besar proses produksi etomidate dilakukan di apartemen. "Dari hasil pengungkapan, kebanyakan lokasi pembuatan etomidate berada di apartemen di wilayah penyangga Jakarta, seperti Tangerang Selatan, Bekasi, dan Kota Tangerang," ujarnya.
Menurut David, para pelaku memilih apartemen karena interaksi antarpenghuni relatif minim sehingga risiko terdeteksi lebih kecil. "Kebanyakan penghuni sibuk bekerja sehingga tidak banyak berinteraksi," katanya.
Karena itu, pihaknya terus meningkatkan pengawasan terhadap apartemen yang diduga menjadi lokasi produksi narkotika. "Kami terus memantau pergerakan para produsen di apartemen," kata Ahmad.
Dalam pemasarannya, para pengedar menyasar remaja dan masyarakat usia produktif berusia 17-30 tahun. Dari ribuan pengguna yang ditangkap selama semester I-2026, sebanyak 16 orang masih berstatus anak.
Meski demikian, Ahmad menduga mayoritas konsumennya berasal dari kalangan ekonomi menengah atas. Pasalnya, harga satu kartrid etomidate berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 6 juta. "Namun, pengedar narkoba bisa menyasar siapa saja tanpa memandang status sosial maupun profesi," ujarnya.
Menurut David, penyalahgunaan narkotika, termasuk etomidate, berpotensi merusak kondisi sosial dan ekonomi para penggunanya. Ia menambahkan, Jakarta masih menjadi pasar strategis bagi jaringan peredaran narkotika.
Data Polda Metro Jaya menunjukkan, sepanjang Januari-Juni 2026 terdapat 3.809 laporan polisi terkait kasus narkotika. Dari penanganan perkara tersebut, polisi menangkap 5.196 tersangka yang terdiri atas 19 produsen, 1.914 pengedar, dan 3.263 pengguna. Dari jumlah itu, 16 tersangka masih berstatus anak.
Selama periode tersebut, polisi juga menyita 17,45 ton barang bukti narkotika. Sebagian besar berupa obat keras tertentu seberat 13,42 ton. Sisanya terdiri atas etomidate, ganja, dan sabu.
Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Polisi Dekananto Eko Purwono mengatakan, pemberantasan narkotika menjadi komitmen utama karena kejahatan ini kerap menjadi pemicu tindak kriminal lainnya. Karena itu, pemberantasan narkotika harus menjadi komitmen bersama. "Selain narkotika, perjudian juga dapat menjadi pemicu meningkatnya kejahatan konvensional," katanya.
Dalam momentum Hari Anti Narkotika Internasional 2026, Forum Warga Kota Indonesia (Fakta) Indonesia menilai penyalahgunaan rokok elektronik sebagai media peredaran narkotika harus menjadi perhatian serius pemerintah.
Organisasi tersebut mendukung rekomendasi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto, agar rokok elektronik diatur secara lebih ketat dalam Rancangan Undang-Undang Narkotika dan Psikotropika.
Menurut Fakta Indonesia, temuan BNN mengenai cairan vape yang mengandung kanabinoid sintetis, metamfetamin (sabu), dan etomidate menunjukkan bahwa rokok elektronik telah menjadi celah dalam pengawasan narkotika.
"Kalau negara serius memerangi narkotika, negara tidak boleh membiarkan alat, cairan, dan pasar digital yang dapat menyamarkan narkotika cair terus beredar bebas. Vape bukan sekadar produk nikotin, tetapi telah menjadi medium berisiko tinggi," ujar Tobacco Control Advocate Fakta Indonesia Tubagus Haryo Karbyanto.
Data nasional menunjukkan persoalan tersebut semakin mengkhawatirkan. Indonesia memiliki sekitar 70 juta perokok aktif, dengan 7,4 persen di antaranya berusia 10-18 tahun. Dalam satu dekade terakhir, prevalensi penggunaan rokok elektronik meningkat sekitar sepuluh kali lipat.
Menurut Fakta Indonesia, pada kelompok usia muda, vape telah berkembang menjadi simbol gaya hidup melalui promosi rasa buah, aroma permen, desain menarik, penggunaan influencer, komunitas, festival, dan media sosial.
Organisasi itu juga menilai momentum Hari Anti Narkotika Internasional perlu dibaca bersamaan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati pada Mei lalu. Pesan utamanya adalah membongkar daya tarik semu industri tembakau dan nikotin.
Fakta Indonesia mencatat, puluhan negara telah melarang penjualan atau distribusi rokok elektronik. Di kawasan Asia Tenggara, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Singapura, Thailand, Timor-Leste, Vietnam, dan Myanmar telah menerapkan pelarangan. Malaysia juga disebut tengah bergerak menuju pelarangan secara nasional.
Di sisi lain, Indonesia sebenarnya telah memiliki landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024. Regulasi tersebut mengatur pembatasan penjualan, promosi, hingga penggunaan rokok elektronik.
Namun, menurut Fakta Indonesia, pengaturan tersebut belum cukup karena vape masih mudah diperoleh, dipromosikan secara daring, dan berpotensi disalahgunakan sebagai media penyalahgunaan narkotika.
"Tidak ada hak industri untuk menjual adiksi kepada anak muda. Tidak ada alasan ekonomi yang lebih tinggi daripada hak anak atas kesehatan dan perlindungan dari narkotika. Vape harus diperlakukan sebagai ancaman serius, bukan komoditas biasa," tegas Tubagus.
Menurut Fakta Indonesia, Hari Anti Narkotika Internasional 2026 harus menjadi momentum bagi pemerintah dan DPR untuk memperketat pengawasan terhadap rokok elektronik. "Larang sebelum terlambat. Tutup celahnya sekarang. Jangan biarkan vape menjadi krisis narkotika dan nikotin bagi generasi berikutnya," ujar Tubagus.




