CNG 3 Kg Bakal Jadi Alternatif Pengganti LPG, Masyarakat Tidak Perlu Beli Tabung Baru

idxchannel.com
20 jam lalu
Cover Berita

Kementerian ESDM memastikan masyarakat tidak perlu membeli tabung baru untuk beralih menggunakan CNG ukuran 3 kg.

CNG 3 Kg Bakal Jadi Alternatif Pengganti LPG, Masyarakat Tidak Perlu Beli Tabung Baru. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mengganti penggunaan gas LPG ukuran 3 kg dengan compressed natural gas (CNG). Tujuannya agar impor LPG bisa dikurangi dengan memanfaatkan sumber daya alam di dalam negeri.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaiman memastikan masyarakat tidak perlu membeli tabung baru untuk beralih menggunakan CNG ukuran 3 kg. Sebab, tabung CNG merupakan aset badan usaha, dan tidak untuk diperjualbelikan. 

Baca Juga:
PLN Kembangkan Bio-CNG Berbasis Limbah Kelapa Sawit untuk Pacu Transisi Energi

"Tabungnya-tabungnya (CNG), itu nanti polanya bukan dibeli oleh masyarakat, tapi milik badan usaha. Jadi, masyarakat tinggal tukar-tukar (isi tabung CNG) saja," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Laode menjelaskan, pendistribusian tabung CNG juga tidak akan berbeda jauh dengan skema yang sudah berjalan menggunakan LPG 3 kg. Sehingga tetap akan ada pangkalan pengisian tabung CNG hingga agen penyalur tabung CNG.

Baca Juga:
Ini Kata Dewan Energi Nasional soal Rencana Konversi LPG ke CNG

"Kan memang polanya ini nanti mengikuti pola LPG. Di mana ada fungsi agen, ada fungsi pangkalan, ya itu memang harus dikerjasamakan dengan Pertamina. Jadi, maksudnya pola yang dijalankan untuk CNG itu persis seperti salah satu ya, salah satu bentuknya persis seperti pola distribusi LPG," ujar dia.

Baca Juga:
CNG Dibidik untuk Tekan Impor LPG, Bahlil: Lebih Murah hingga 40 Persen bagi Masyarakat

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan CNG dengan ukuran 3 kg akan mulai diproduksi pada Juli 2026. Hal ini sambil menunggu rampungnya serangkaian tahap uji coba yang tengah dilakukan. 

"Sekarang kita lagi uji tahap ketiga, mudah-mudahan bulan Juli sudah bisa produksi," kata Bahlil dalam acara Energy Forum di Jakarta, Kamis (25/6/2026). 

Baca Juga:
ESDM Dukung CNG Clustering, PGN Perluas Jangkauan Gas Rumah Tangga Yogyakarta

Bahlil menerangkan, selama ini CNG baru dimanfaatkan untuk kebutuhan industri, yang tersedia untuk ukuran 12 dan 50 kg. Namun, untuk pemenuhan rumah tangga dengan ukuran 3 kg, saat masih dalam tahap uji coba terutama terkait faktor keamanannya.

Menurut dia, untuk meningkatkan keamanan penggunaan CNG dengan ukuran 3 kg, rencananya setiap tabung bakal dipasang semacam katup untuk mengatur gas keluar. Sehingga, diperkirakan mampu menahan jika terdapat potensi ledakan yang ukurannya lebih besar ketimbang gas LPG.

Untuk diketahui, CNG punya tekanan yang jauh lebih besar ketimbang LPG. Jika LPG dengan ukuran 3 kg yang selama ini digunakan punya tekanan 5-10 bar, maka CNG punya tekanan hingga 250 bar. Praktis jika terjadi potensi kegagalan CNG, maka punya daya rusak yang jauh lebih besar ketimbang LPG.

"Untuk rakyat kita di bawah yang menggunakan subsidi, itu harus pakai tabung yang 3 kg. Tekanannya itu 200 sampai 250 bar. Nah ini yang kita sekarang lagi uji coba dia pakai katup. Ini yang kita coba. Nanti kompornya tidak perlu diganti," kata Bahlil.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penganiaya Caddy Golf di Tangerang Ditangkap Polisi di Lampung
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Porwada PWI NTB 2026 Resmi Bergulir, Jaring Atlet Wartawan Menuju Porwanas Lampung
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
PP TUNAS Mulai Berdampak, 4,7 Juta Akun Anak Dinonaktifkan Platform Digital
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Soal Mandatori B50, Pemerintah Diminta Tak Terburu-Buru
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Daftar Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
• 5 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.