Purbaya: Dana AIIB Rp 306 T Bukan Utang Konsumtif, Tapi Investasi Produktif

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fasilitas pembiayaan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) senilai US$ 17 miliar yang disiapkan untuk Indonesia bukan merupakan utang konsumtif, melainkan pembiayaan investasi untuk mendukung proyek-proyek produktif.

Purbaya menjelasman, skema project financing yang ditawarkan AIIB berbeda dengan pinjaman biasa karena ditujukan untuk pembangunan infrastruktur dan proyek yang menghasilkan manfaat ekonomi. Selain itu, biaya pendanaannya juga lebih rendah dibandingkan investasi komersial.

“AIIB itu kan ngasih 17 miliar dolar. Bukan ngutang, itu project financing sebetulnya. Jadi sebetulnya kalau saya bilang ini seperti orang investasi ke sini, kita mengundang investasi untuk proyek yang produktif, tapi bunganya lebih rendah daripada investor biasa dan barangnya jadi milik kita. Itu available bisa diambil sampai 2029,” kata Purbaya kepada wartawan di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (26/6). 

Ia mengatakan AIIB telah menyampaikan kesiapannya untuk segera mengucurkan pembiayaan apabila pemerintah telah menyiapkan proyek yang memenuhi persyaratan.

“Mereka bilang kalau proyeknya ada, ya sudah langsung cairkan,” kata Purbaya.

Ia menjelaskan, keunggulan skema pembiayaan AIIB terletak pada kepemilikan aset yang tetap berada di tangan Indonesia setelah proyek selesai dibangun. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan investasi asing langsung pada umumnya yang membuat aset menjadi milik investor.

“Jadi pembangunan kita dibiayai seperti investor masuk tapi punya kita akhirnya. Kalau investor asing masuk juga kan mereka pinjam uang ke sana, dibayar bunga dan barangnya punya investor itu. Jadi untung, bukan rugi,” katanya.

Ia menambahkan, dana AIIB dapat dimanfaatkan untuk berbagai proyek produktif, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga sektor lain yang memberikan keuntungan ekonomi. Salah satu proyek yang telah dibahas adalah pembangunan jalan tol di Sumatera.

“Yang mereka sudah bilang ada jalan tol di Sumatera. Nanti kita cari proyek mana yang kita butuh uang,” kata Purbaya.

Purbaya mengatakan, fasilitas pembiayaan AIIB tersebut tersedia hingga 2029, sehingga pemerintah memiliki ruang untuk menyiapkan proyek-proyek yang dinilai layak memperoleh pendanaan.

Sebelumnya, AIIB, bank pembangunan multilateral yang berpusat di Beijing, Tiongkok, menyatakan komitmennya untuk mendukung pembiayaan berbagai proyek pembangunan di Indonesia dengan nilai mencapai US$ 17 miliar selama periode 2025-2029. 

Komitmen ini menjadi salah satu hasil pertemuan bilateral antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan jajaran pimpinan AIIB di Beijing, Tiongkok, pada Rabu (17/6).

Purbaya mengatakan, dukungan pendanaan tersebut akan menjadi bagian dari pembiayaan sejumlah proyek pembangunan yang telah masuk dalam perencanaan pemerintah dan dibahas bersama AIIB melalui skema Multi-Year Rolling Pipeline (MYRP). 

“Yang paling penting adalah kita berhasil mengamankan pendanaan sekitar 17 miliar dolar AS untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara tahun 2025 sampai 2029. Itu merupakan kontribusi yang sangat besar bagi pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia,” kata Purbaya dalam keterangannya, Rabu (17/6).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wall Street Beragam, Nasdaq Turun Lagi
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
28 Akses Masuk atau Keluar Jalan Tol Jakarta Masuk Area Ganjil-Genap, Ini Daftar Lengkapnya
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
NasDem: Prabowo Sebenarnya Sudah Tahu Siapa Bohir dari Semua Kegaduhan
• 14 jam laludetik.com
thumb
Sugeng Mulyadi Mundur dari Direktur Utama IPCC, Dipercaya Pimpin Pelindo Multi Terminal
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Ganjil Genap Jakarta Berlaku Hari Ini, Cek Jam Operasional
• 15 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.