JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden RI Prabowo Subianto menekankan pentingnya kerja sama antarelite untuk mencapai kemajuan bangsa. Ia menilai sebuah bangsa hanya bisa bangkit jika elite-elite bersatu.
Hal ini disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Sarasehan Kebangsaan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (26/6/2026). Acara ini dilaporkan diikuti 2.600 akademisi dan rektor dari berbagai perguruan tinggi Indonesia.
Baca Juga: Purbaya Kembali Tempatkan Dana Rp400 T ke Himbara, Bunga Kredit Ditargetkan Turun
Dalam pidato sambutannya, Prabowo mengaku telah belajar dari sejarah tentang kebangkitan dan perpecahan bangsa. Menurutnya, Indonesia harus mencari kebersamaan dalam perbedaan untuk menjadi bangsa yang maju.
"Dari apa yang saya belajar dari sejarah ribuan tahun, bangsa-bangsa yang elitenya bisa kerja sama itu bangsa itu yang bangkit," kata Prabowo dalam pidatonya, Jumat (26/6), dipantau dari Breaking News KompasTV.
"Bangsa yang elitenya tidak bisa bekerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya. Ini sejarah mengajarkan sampai hari ini."
Prabowo kemudian menyinggung berbagai peperangan yang terjadi di dunia. Menurut Prabowo, perang yang terjadi di Ukraina, Palestina, Lebanon, Iran, Afghanistan, Balochistan (Pakistan), Myanmar, hingga Kamboja dipengaruhi situasi elite yang terpecah.
"Marilah kita lihat berita apa yang terjadi di Ukraina, di Eropa. Kalau kita lihat rasnya sama, sukunya sama, agamanya juga banyak yang sama," kata Prabowo.
"Perangnya itu sampai puluhan ribu korban mati tiap bulan, dan perang di Ukraina sudah lebih lama dari Perang Dunia Kedua. Kita lihat apa yang terjadi di Gaza, Palestina, di Lebanon, 90 persen dari Gaza rata."
Baca Juga: KSP Ungkap Pesan Prabowo soal Kasus Penyekapan di Bandung
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- prabowo subianto
- pidato prabowo
- sarasehan kebangsaan
- prabowo persatuan elite
- prabowo





