Tanyakan Gaji dan Harta, BPS Jakbar Jamin Data Warga Tak Akan Bocor

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jakarta Barat memastikan seluruh data sensitif terkait nominal gaji, pendapatan, hingga kepemilikan aset berharga milik warga yang dikumpulkan selama Sensus Ekonomi 2026 dijamin aman.

Kepala BPS Jakarta Barat, Muhammad Noval, menyebut BPS menerapkan mekanisme pengumpulan data melalui aplikasi digital dan langsung dikirim ke server pusat.

"Jadi petugas juga enggak bisa menyimpan, karena datanya langsung masuk di server BPS. Nanti setelah selesai pendataan pun ada berita acara penghapusan aplikasi yang ada di HP petugas gitu," kata Noval saat ditemui Kompas.com di Kantor BPS Jakarta Barat, Jumat (26/6/2026).

Baca juga: Kenapa Sensus Ekonomi Jakarta Tanyakan Gaji hingga Perhiasan Saat Pendataan?

Dengan sistem pendataan langsung di aplikasi, petugas pun tidak menyimpan berkas atau informasi apa pun di ponselnya.

Karenanya, Noval menegaskan agar masyarakat tak perlu khawatir akan adanya kebocoran data di kemudian hari.

Selain itu, aplikasi bernama "Fasih" yang digunakan untuk pendataan juga disebut turut diamankan bersama Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) untuk memperketat keamanan.

"Jadi server-nya ini dikelola oleh BPS dan BSSN sebagai bagian dari pengamanan ekstra agar data masyarakat aman di dalam server," ucapnya.

Baca juga: Gak Boleh, Privasi! Petugas Sensus Ekonomi 2026 Dimarahi Warga saat Tanya Gaji

Ia juga menepis isu yang menyebut bahwa data ekonomi yang didapat akan digunakan sebagai acuan kenaikan pajak yang dikenakan ke masyarakat.

Menurut dia, data Sensus Ekonomi sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan data perpajakan.

"Kami tegaskan bahwa pendataan ini tidak ada sangkut pautnya dengan pajak. Karena pegawai BPS ini bukan pegawai Ditjen Pajak ya, kita enggak ada sangkut pautnya sekali dengan Ditjen Pajak gitu," ujarnya.

Baca juga: Ada yang Kaget dan Terlalu Sinis Kendala Petugas Sensus Ekonomi 2026 saat Mendata Warga

Menurut dia, petugas sensus semata-mata murni ingin mengetahui potensi ekonomi dan usaha masyarakat bisa berkembang.

Termasuk, dampaknya dalam peningkatan kesejahteraan maupun lapangan pekerjaan yang terbuka dari usaha tersebut.

Alasan Tanyakan Penghasilan

Adapun, Noval menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan pendataan lengkap yang tidak hanya mendata usaha dalam skala besar, tetapi juga usaha mikro dan kondisi ekonomi rumah tangga.

"Artinya selain mendata kondisi usaha perusahaan atau usaha-usaha yang ada di masyarakat, juga mendata ekonomi keluarga. Jadi semua keluarga pun nanti semua KK, semua rumah tangga itu juga akan didata, karena akan ditanyakan tentang kondisi ekonomi keluarga gitu," ujar Noval.

Baca juga: Curhat Petugas Sensus Ekonomi di Jakbar: Kerap Ditolak Warga hingga Dicurigai Penipu

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Noval menyebut, pertanyaan mengenai pemasukan dan pengeluaran sangat krusial untuk menilai kondisi perekonomian secara nyata.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ranking Beras Terbaik Dunia 2026: Thailand Ungguli India dan Italia
• 17 jam lalucelebesmedia.id
thumb
BRI dan Visa Hadirkan Solusi Finansial Eksklusif untuk Nasabah
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
PN Jaktim Larang Media Siarkan Live Streaming Sidang Dokter Tifa!
• 8 jam laludisway.id
thumb
Cegah Proyek Pangan Gagal Lagi, Kementerian Pangan Bikin Strategi Baru
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Perindo Sultra Respons Tingginya Harga Sembako, Gelar Gerakan Pangan Murah di Kendari
• 3 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.