Tanjungpinang (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasnen) RI Atip Latipulhayat mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) dalam membangun sektor pendidikan meski menghadapi tantangan geografis sebagai daerah kepulauan.
Hal itu salah satunya ditandai dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri 2025 yang berada di peringkat ketiga tertinggi nasional dengan skor 80,53 (sangat tinggi), setelah DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.
"Prestasi ini patut diapresiasi, bahkan lebih dari itu, karena saya tahu betul tidak mudah menyelenggarakan pendidikan dengan kondisi geografis Kepri yang terdiri atas 2.408 pulau ini," kata Atip di sela menghadiri Pelantikan Pengurus Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW Persis) Provinsi Kepri periode 2026–2031 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Jumat.
Baca juga: BAKTI sebut sektor pendidikan paling banyak dilayani SATRIA 1 di 2026
Ia menyampaikan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan terus pendukung pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan guna menunjang sumber daya manusia (SDM) berdaya saing tinggi, khususnya di Kepri.
Dia menyampaikan tahun ini pemerintah pusat menargetkan revitalisasi sekitar 60 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk di Kepri.
Demikian pula dengan distribusi papan digital interaktif akan terus ditingkatkan secara bertahap hingga nantinya setiap ruang kelas memiliki perangkat tersebut.
"Mudah-mudahan pendapatan negara kita makin bertambah, sehingga ke depan tiap-tiap ruang kelas punya satu papan digital interaktif," ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan besar terhadap pembangunan sektor pendidikan di Kepri dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2025, kata Ansar, Kepri memperoleh bantuan revitalisasi untuk 107 sekolah dengan total anggaran sekitar Rp100 miliar serta bantuan 1.933 papan digital interaktif bagi satuan pendidikan.
Sementara pada 2026, Pemprov Kepri kembali mengusulkan revitalisasi terhadap 217 sekolah dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp200 miliar. Hingga saat ini, bantuan yang telah tersalurkan mencapai Rp40 miliar.
Baca juga: Sektor pendidikan jadi modal dasar peningkatan kualitas ekraf muda
Baca juga: Wamendiktisaintek: Kolaborasi jadi kunci perkuat sektor kesehatan RI
"Kepri juga masih membutuhkan sekitar 5.799 papan digital interaktif untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah-sekolah," ujar Ansar.
Ansar menambahkan tahun lalu Kepri juga memperoleh bantuan pembangunan dua unit sekolah baru SMA di Batam dan Karimun. Tahun ini, Kepri kembali mendapat bantuan dua unit sekolah baru dengan nilai masing-masing sekitar Rp8 miliar.
"Ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kepri," kata Ansar.
Hal itu salah satunya ditandai dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri 2025 yang berada di peringkat ketiga tertinggi nasional dengan skor 80,53 (sangat tinggi), setelah DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.
"Prestasi ini patut diapresiasi, bahkan lebih dari itu, karena saya tahu betul tidak mudah menyelenggarakan pendidikan dengan kondisi geografis Kepri yang terdiri atas 2.408 pulau ini," kata Atip di sela menghadiri Pelantikan Pengurus Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW Persis) Provinsi Kepri periode 2026–2031 di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Jumat.
Baca juga: BAKTI sebut sektor pendidikan paling banyak dilayani SATRIA 1 di 2026
Ia menyampaikan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan terus pendukung pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan guna menunjang sumber daya manusia (SDM) berdaya saing tinggi, khususnya di Kepri.
Dia menyampaikan tahun ini pemerintah pusat menargetkan revitalisasi sekitar 60 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk di Kepri.
Demikian pula dengan distribusi papan digital interaktif akan terus ditingkatkan secara bertahap hingga nantinya setiap ruang kelas memiliki perangkat tersebut.
"Mudah-mudahan pendapatan negara kita makin bertambah, sehingga ke depan tiap-tiap ruang kelas punya satu papan digital interaktif," ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan besar terhadap pembangunan sektor pendidikan di Kepri dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2025, kata Ansar, Kepri memperoleh bantuan revitalisasi untuk 107 sekolah dengan total anggaran sekitar Rp100 miliar serta bantuan 1.933 papan digital interaktif bagi satuan pendidikan.
Sementara pada 2026, Pemprov Kepri kembali mengusulkan revitalisasi terhadap 217 sekolah dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp200 miliar. Hingga saat ini, bantuan yang telah tersalurkan mencapai Rp40 miliar.
Baca juga: Sektor pendidikan jadi modal dasar peningkatan kualitas ekraf muda
Baca juga: Wamendiktisaintek: Kolaborasi jadi kunci perkuat sektor kesehatan RI
"Kepri juga masih membutuhkan sekitar 5.799 papan digital interaktif untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi di sekolah-sekolah," ujar Ansar.
Ansar menambahkan tahun lalu Kepri juga memperoleh bantuan pembangunan dua unit sekolah baru SMA di Batam dan Karimun. Tahun ini, Kepri kembali mendapat bantuan dua unit sekolah baru dengan nilai masing-masing sekitar Rp8 miliar.
"Ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kepri," kata Ansar.





