Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya memenuhi hak dasar warga melalui penyediaan infrastruktur air bersih. Pemprov DKI menargetkan cakupan layanan air perpipaan secara menyeluruh di seluruh wilayah Ibu Kota.
“Ketika saya mencanangkan di tahun 2029 bahwa air bersih di Jakarta sudah 100 persen, pasti pada waktu itu banyak orang yang tidak percaya," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam sambutannya di acara Jakarta Water Hero 2026 di halaman Balai Kota Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.
Baca Juga :
Siapkan Ratusan Venue, Pramono Tegaskan Jakarta Support System PON 2028Oleh karena itu, dia mengapresiasi kinerja jajaran PT Air Minum Jaya (PAM Jaya) yang berhasil melayani 82 persen atau setara dengan 8,9 juta jiwa. Hal ini berkat dorongan Pemprov DKI terhadap PAM Jaya sejak awal.
Di sisi lain, perubahan status kelembagaan PAM Jaya menjadi Perseroan Terbatas (PT) memberikan fleksibilitas PAM Jaya untuk kejar sisa target 18 persen. Ia percaya tiga tahun adalah waktu yang cukup untuk merampungkan target capaian ini.
PAM Jaya kini tengah gencar melakukan penanaman pipa bawah tanah secara masif. Berdasarkan data terbaru, total panjang pipa yang telah tertanam di bawah jalur Jakarta sudah menembus angka 13.200 kilometer.
"Dan saya yakin masih ada 3 tahun lagi pasti akan bisa terpenuhi untuk 100 persen," ujar Pramono.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin. Foto: Metrotvnews/Muhammad Iqbal Sidiq.
Kendati demikian, proyek ini mendapatkan tantangan. Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin mengungkapkan, pihaknya masih harus memasang jaringan pipa sepanjang lebih dari 2.000 kilometer lagi, di mana 1.000 kilometer di antaranya dikejar selesai pada tahun ini.
Arief pun menyampaikan permohonan maaf terbuka karena galian ini dipastikan akan memakan bahu jalan. Sehingga berpotensi memicu titik kemacetan baru di sejumlah koridor utama Jakarta.
"Tantangan ini harus kami selesaikan karena target Bapak sangat ambisius Pak 2029 itu selesai," kata Arief.




