Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal proyek mobil nasional dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Jumat, (26/6/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh 2.600 peserta yang terdiri dari 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi vokasi, enam ketua perguruan tinggi, 1.596 dosen, 300 ilmuwan serta para peneliti termasuk dari BRIN dan 635 mitra kolaborasi perguruan tinggi dan Kemendiktisaintek.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan, bahwa dalam sarasehan tersebut, Presiden berharap banyak tenaga ahli dan terampil untuk bergabung dalam pengembangan mobil dan motor nasional.
“Iya salah satu yang disinggung. Kita berharap makin banyak tenaga-tenaga ahli terampil di bidang yang kita kehendaki untuk bergabung mengembangkan mobil nasional kita dan motor nasional,” ucapnya.
Menurut Prasetyo pengembangan mobil dan motor nasional yang dirancang pemerintah arahnya adalah ke kendaraan listrik bukan kendaraan konvensional.
“Tapi memang kemungkinan besar arahnya ke mobil maupun motor listrik,” katanya.
Dalam sarasehan yang sempat berlangsung secara tertutup, Presiden mendorong para akademisi, baik itu profesor, guru besar, dosen, peneliti untuk terus mengembangkan inovasi sesuai dengan keilmuan masing-masing, salah satunya dalam pengembangan mobil nasional.
Pasalnya selama 81 tahun Indonesia merdeka, belum memiliki kendaraan buatan dalam negeri.
“Kemudian teknologi-teknologi tinggi termasuk tadi sudah beliau singgung mengenai kita sudah 81 tahun merdeka kita tidak memiliki mobil buatan Indonesia, motor buatan Indonesia sendiri,” pungkasnya.
Sebelumnya dalam sarasehan Presiden menyinggung mengenai ketergantungan Indonesia pada impor sejumlah barang termasuk kendaraan. Setiap tahunnya Indonesia mengimpor 10 juta unit motor.
“Kenapa kita tidak punya, kita beli motor 10 juta motor tiap tahun, kenapa tidak ada pabrik buatan Indonesia?” kata Presiden.
Namun Presiden bersyukur Indonesia kini sedang mengupayakan untuk membangun proyek mobil nasional.
“Tapi saya terima kasih kampus, saya terima kasih kita mulai ke arah punya mobil sendiri,” tutur Presiden.
Presiden kemudian bercerita mengenai kepuasaan dirinya setelah dilantik karena bisa mengendarai mobil buatan Indonesia yakni, Maung Garuda buatan PT Pindad.




