TABLOIDBINTANG.COM - Kemungkinan Meghan Markle mendampingi Pangeran Harry dalam pertemuan dengan Raja Charles III di Inggris dianggap bisa memberikan makna simbolis yang besar bagi upaya memperbaiki hubungan keluarga kerajaan.
Pengamat Kerajaan Inggris Amanda Matta mengatakan kehadiran Meghan akan menunjukkan bahwa proses rekonsiliasi tidak hanya melibatkan Harry, tetapi juga seluruh keluarga Duke dan Duchess of Sussex.
"Kehadiran Meghan tentu akan memberikan bobot simbolis pada setiap pertemuan kembali. Jika ia menemani Harry ke Inggris atau bertemu dengan keluarga kerajaan, publik akan melihat bahwa upaya memperbaiki hubungan mencakup keluarga Sussex secara keseluruhan," ujar Matta kepada Page Six.
Meski demikian, Matta menilai kehadiran Meghan tidak serta-merta membuat proses rekonsiliasi menjadi lebih mudah ataupun lebih sulit.
"Ini hanya mengubah taruhannya. Tantangan terbesar dalam rekonsiliasi bukanlah soal satu orang, melainkan membangun kembali kepercayaan di semua pihak," jelasnya.
Hingga kini belum ada kepastian apakah Meghan akan ikut mendampingi Harry dalam pertemuan tersebut. Namun menurut Matta, hubungan Meghan dengan Raja Charles selama ini memang berbeda dibanding hubungan Harry dengan sang ayah.
"Secara historis, ada tanda-tanda bahwa Charles berusaha menyambut Meghan sebagai bagian dari keluarga. Namun, dalam beberapa tahun terakhir Meghan memilih mengambil jarak. Saya melihat itu sebagai pengakuan bahwa ketegangan Sussex dengan keluarga kerajaan sebenarnya berakar pada hubungan Harry dengan keluarganya sendiri," katanya.
Matta juga menilai berbagai persoalan yang diungkap Harry, mulai dari tekanan media hingga lingkungan istana yang dianggap mengekang secara emosional, sudah dialaminya jauh sebelum mengenal Meghan.
Ia menambahkan bahwa perhatian publik terhadap konflik Harry dan Meghan dengan keluarga kerajaan kini sudah jauh berkurang dibanding beberapa tahun lalu.
"Publik memahami bahwa hubungan ini sangat rumit. Namun mereka juga semakin mengetahui bagaimana monarki bekerja. Risiko terbesar justru terletak pada bagaimana pihak istana mengelola proses 'kepulangan' ini," ujarnya.
Menurut Matta, jika publik melihat sinyal yang saling bertentangan—antara kabar rekonsiliasi dan laporan mengenai konflik yang masih berlanjut—hal itu hanya akan memperkuat anggapan bahwa keluarga kerajaan masih belum mampu menyelesaikan persoalan internal mereka.
Sementara itu, Page Six melaporkan bahwa Harry dan Meghan berencana membawa kedua anak mereka, Pangeran Archie dan Putri Lilibet, ke Inggris bulan depan. Kunjungan tersebut akan menjadi perjalanan pertama Archie dan Lilibet ke Inggris sejak 2022.
Sumber yang sama menyebut Harry sangat berharap kedua anaknya dapat kembali bertemu dengan sang kakek, Raja Charles III.
Bahkan, Raja Charles dikabarkan telah mengulurkan tangan dengan mengundang keluarga Sussex menginap di salah satu kediaman kerajaan selama berada di Inggris. Ia juga disebut menawarkan pengaturan keamanan bagi mereka selama kunjungan berlangsung.
Meghan sendiri belum kembali ke Inggris sejak menghadiri pemakaman Ratu Elizabeth II pada September 2022.
Harry dan Meghan diketahui mengundurkan diri dari tugas sebagai anggota senior keluarga kerajaan pada 2020 dan pindah ke California, Amerika Serikat. Hubungan keduanya dengan keluarga kerajaan semakin memanas setelah Harry merilis memoarnya berjudul Spare pada 2023, serta memberikan sejumlah wawancara yang mengungkap berbagai persoalan internal kerajaan.
Meski hubungan Harry dan Raja Charles disebut mulai membaik, Harry hingga kini masih dikabarkan belum berdamai dengan kakaknya, Pangeran William.




