Populer: Bahlil Bicara Pasokan Batu Bara; Purbaya Kucurkan Rp 400 T ke Himbara

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Masalah pasokan energi di Jawa menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Jumat (26/6). Selain itu, Purbaya kucurkan Rp 400 triliun ke Himbara. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Bahlil Buka Suara Pasokan Batu Bara dan Pembangkit yang Bermasalah di Jawa

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi keamanan pasokan batu bara ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) swasta atau Independent Power Producer (IPP) di Jawa, menyusul gangguan pada dua pembangkit yang sempat keluar dari sistem transmisi Jawa Madura Bali (Jamali). PLN sebelumnya menjelaskan pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa dipicu kendala pasokan batu bara kalori menengah (Medium Rank Coal/MRC) dan gangguan teknis pada dua IPP tersebut.

Salah satu pembangkit berkapasitas besar dilaporkan telah berhasil dipulihkan dan tersinkronisasi kembali dengan sistem kelistrikan Jawa pada Minggu (21/6) pukul 18.00 WIB.

Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, merinci bahwa dua PLTU yang bermasalah adalah PLTU Cilacap unit 1 dan 4, yang disebutnya karena keperluan perawatan atau maintenance. Meskipun pemerintah melakukan monitoring pasokan batu bara, kontrak tetap menjadi kewenangan masing-masing pembangkit.

Kejadian ini menyoroti kerentanan sistem kelistrikan Jawa terhadap stabilitas operasional IPP dan pasokan energi primer spesifik.

Purbaya Akan Tambah Lagi Likuiditas ke Himbara, Total hingga Rp 400 Triliun

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengumumkan rencana untuk kembali menambah likuiditas ke Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) hingga total Rp 400 triliun.

Kebijakan ini diambil setelah adanya laporan mengenai kekeringan likuiditas di Himbara, menyusul penarikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah yang sempat kembali ke Bank Indonesia (BI). Saat ini, jumlah dana SAL di BI mencapai Rp 590 triliun, memberikan ruang fiskal yang cukup untuk kucuran dana ini.

Penambahan likuiditas ini diharapkan dapat menekan bunga di pasar dan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Purbaya menegaskan bahwa keputusan ini telah dikoordinasikan dengan Presiden Prabowo, yang menginginkan perekonomian tetap bergerak dan menarik investasi.

Sebelumnya, pemerintah telah menempatkan dana SAL sebesar Rp 200 triliun di perbankan, kemudian menambah Rp 100 triliun jelang Idul Fitri 2026, sehingga total kucuran likuiditas mencapai Rp 300 triliun sebelum rencana penambahan Rp 400 triliun ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Riset dan Inovasi Kunci Keberhasilan Program JKN
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Fahira Idris Puji Langkah Polda Jabar Tangkap Tersangka Penganiayaan Berat
• 19 jam laludetik.com
thumb
418 ribu pengguna ASDP nikmati diskon penyeberangan
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Laporan CELIOS dari Maluku Utara, Rakyatnya Masih Dibelenggu Kemiskinan Meski Ada Hilirisasi Tambang Nikel
• 19 jam laludisway.id
thumb
Prabowo Soroti Benih Gandum hingga Mobil Nasional, Minta Akademisi Hadirkan Solusi Kemandirian Indonesia
• 10 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.