Antisipasi Risiko dan Lonjakan Polusi, Bicara Udara Luncurkan Knowledge Hub untuk Publik

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Memasuki musim kemarau, risiko penurunan kualitas udara di wilayah Jabodetabek kembali meningkat. Kondisi cuaca yang lebih kering, minimnya curah hujan, serta pergerakan udara yang cenderung lebih lambat, dapat menyebabkan akumulasi polutan di atmosfer termasuk partikulat halus PM2.5 yang berbahaya bagi kesehatan.

Di saat yang sama, masyarakat semakin membutuhkan akses terhadap informasi yang kredibel dan mudah dipahami mengenai polusi udara.

Baca Juga :
Bahlil Ungkap Biang Kerok Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa
Tata Kelola Dapur MBG Bakal Dirombak Total, Bakom: Fokusnya ke Kualitas, Bukan Kuantitas

Menjawab kebutuhan tersebut, Bicara Udara meluncurkan Knowledge Hub, sebuah pusat informasi yang menghimpun berbagai riset, data, kebijakan, serta panduan terkait kualitas udara di Indonesia yang dapat diakses secara gratis melalui https://bicaraudara.id/knowledge-hub/.

350 Sekolah Terpaksa Tutup Akibat Krisis Polusi Udara di Bangkok
Photo :
  • AP: Sakchai Lalit

Co-Founder Bicara Udara, Novita Natalia mengatakan, Knowledge Hub dirancang sebagai ruang belajar dan referensi terbuka bagi masyarakat, jurnalis, peneliti, akademisi, hingga pembuat kebijakan.

"Platform ini mengkurasi berbagai publikasi dari akademisi, lembaga riset, think tank, organisasi internasional, hingga sumber data terpercaya yang relevan dengan isu polusi udara," kata Novita dalam keterangannya, Sabtu, 27 Juni 2026. 

Dia menjelaskan, informasi mengenai polusi udara sebenarnya telah tersedia dalam jumlah yang cukup banyak, namun masih tersebar di berbagai sumber sehingga sulit diakses secara praktis dan masih tersebar di berbagai tempat. Akibatnya masyarakat, media, peneliti, bahkan pembuat kebijakan, sering kesulitan menemukan referensi yang kredibel dan mudah dipahami dalam satu platform.

"Melalui Knowledge Hub, kami ingin menghadirkan pusat referensi yang dapat membantu publik mengakses data dan riset terpercaya mengenai polusi udara secara lebih mudah,” ujarnya.

Momentum peluncuran ini menjadi semakin relevan, mengingat musim kemarau sering kali berkaitan dengan peningkatan konsentrasi polutan di udara. Cuaca panas yang diperkuat oleh fenomena El Niño, juga dapat memperburuk paparan terhadap polusi udara karena kondisi atmosfer yang lebih stabil membuat polutan bertahan lebih lama di dekat permukaan.

Di samping itu, tinjauan dari Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia, menemukan bahwa polusi partikulat halus PM2.5 dan gelombang panas meningkatkan risiko gangguan pernapasan hingga 30 persen. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 mencatat peningkatan kasus ISPA sebesar 15 persen yang berkaitan erat dengan perubahan iklim.

Baca Juga :
Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Pagi Ini, Warga Diimbau Pakai Masker
Endress+Hauser Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda Penuhi SDM Berkompeten Kebutuhan Industri
Pengaruh Kualitas Udara di Rumah terhadap Kesehatan Pernapasan, Ini 5 Cara Menjaga Sirkulasi agar Tetap Segar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bisnis Narkoba dengan Aset Miliaran Rupiah Terbongkar
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Kemendagri Siapkan Skema Baru APBD 2027, Daerah Wajib Tandai Anggaran Ketahanan Pangan
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Mengapa Kita Merasakan Nostalgia? Ini 5 Penjelasannya Menurut Ilmu Psikologi
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
Prabowo: Empat Kali Kalah Pilpres, Saya Tak Ganggu yang Dapat Mandat
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Jambi dan Bengkulu Siap Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
• 22 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.