PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan dari 22-26 Juni 2026. Pada periode tersebut, IHSG ditutup anjlok 4,55 persen ke 5.896,134 dari 6.177,139 pada pekan lalu.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, melaporkan kapitalisasi pasar mengalami penurunan 4,51 persen menjadi Rp 10.302 triliun dari sebelumnya Rp 10.788 triliun pada pekan lalu.
“Rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga mengalami perubahan, yaitu sebesar 22,95 persen menjadi 1,73 juta kali transaksi dari 2,24 juta kali transaksi pada pekan lalu,” kata Kautsar melalui keterangannya, dikutip Sabtu (27/6).
Kemudian, rata volume transaksi harian di BEI pada pekan ini tercatat turun 26,01 persen menjadi 25,18 miliar lembar saham, dari 34,03 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami penurunan sebesar 29,13 persen menjadi Rp 17,58 triliun, dibandingkan Rp 24,80 triliun pada pekan sebelumnya.
“Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp 537,25 miliar dan sepanjang tahun 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 71,681 triliun,” ujar Kautsar.
BEI bersama para CEO dan perwakilan bursa efek di kawasan ASEAN yang terdiri dari Bursa Malaysia, The Philippine Stock Exchange (PSE), SGX Group, The Stock Exchange of Thailand (SET), dan Vietnam Exchange (VNX), serta perwakilan bursa dari Laos dan Kamboja, menggelar The 39th ASEAN Exchanges CEO Meeting di Hoi An, Vietnam, pada 24–26 Juni 2026.
“Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi para pemimpin bursa untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong integrasi pasar modal di kawasan ASEAN,” lanjut Kautsar.
Dalam agenda tersebut, para peserta juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang menandai bergabungnya VNX ke dalam inisiatif ASEAN-Interconnected Sustainability Ecosystem (ASEAN-ISE).
“Bertujuan mendukung penerapan praktik keberlanjutan, memperluas adopsi ESG, serta menciptakan nilai tambah bagi bursa dan perusahaan di kawasan ASEAN,” tutur Kautsar.





