REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala BP BUMN dan COO Danantara Dony Oskaria mengatakan hotel-hotel BUMN resmi disatukan di bawah InJourney. Dony menyampaikan integrasi seluruh hotel BUMN ini merupakan bagian dari transformasi BUMN yang diorkestrasi Danantara.
"Dengan proyeksi 120 hotel, InJourney akan menjadi operator hotel kedua terbesar di Indonesia," ujar Dony dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Baca Juga
Berkeliling Madinah dengan Bus Tingkat Merah
Tak Tinggal Diam, Iran Balas Serang Target Militer AS
Rumania Pakai Kapal Perang Turki, Ankara Panen Rp4,2 Triliun dan Makin Bertaji di Laut Hitam
Dony mengatakan 45 hotel yang tersebar di beberapa BUMN telah melakukan penandatanganan Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) sebagai bagian dari penyatuan aset hotel di bawah payung InJourney pada Jumat (26/6/2026). Ia mengatakan penandatanganan CSPA oleh 45 hotel ini merupakan bagian dari transformasi BUMN di sektor hospitality.
"Penyatuan seluruh hotel BUMN di bawah payung InJourney adalah lompatan besar dalam menata ulang dan memperkuat nilai aset hospitality kita agar lebih berdaya saing," ucap Dony.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Dony memastikan terus menjaga momentum positif. Dia memproyeksikan adanya penambahan penandatanganan dari beberapa hotel lainnya pada awal pekan depan sebagai langkah konkret menuju optimalisasi nilai aset dan struktur manajemen yang lebih tangguh.
"Skema CSPA ini memastikan proses konsolidasi aset berjalan prudent dan mengedepankan tata kelola yang baik," kata Dony.
Dony mengatakan konsolidasi seluruh hotel BUMN menjadi fondasi yang solid untuk melakukan value creation. Dia menilai transformasi ini pada akhirnya akan menciptakan portofolio industri pariwisata yang lebih efisien, kompetitif, dan terintegrasi.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)