HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Ketua DPP Partai Golkar, Mustafa M. Radja mengatakan bahwa pemberian surat diskresi kepada Ilham Arif Sirajuddin (IAS) adalah kewenangan penuh Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 itu menjelaskan, diskresi ini sebagai mandataris Munas kepada IAS untuk maju menjadi bakal calon, calon dan untuk ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sulsel masa bakti 2026 – 2031.
Ia pun menegaskan bahwa keputusan Ketua Umum DPP Partai Golkar ini sebagai perintah untuk dilaksanakan khususnya oleh Ketua dan jajaran pengurus DPD Kabupaten/Kota dan DPD Provinsi Sulsel di dalam Musda DPD Partai Golkar Sulsel.
“Sebagaimana terpilihnya Ketua DPD Partai Golkar Provinsi dan Kabupaten dan Kota dalam Musda yang telah dilaksanakan di beberapa daerah melalui Diskresi Ketua Umum DPP Partai Golkar dengan tanpa melalui perhitungan suara dan mekanisme proses persidangan berlangsung sesuai agenda acara dan tatib Musda,” tegasnya dikutip Sabtu.
Menurutnya, bagi pimpinan Partai Golkar, baik Provinsi dan Kabupaten/Kota yang tidak melaksanakan keputusan Ketua Umum DPP Partai Golkar terkait pemberian Diskresi kepada Pak Ilham Arif Sirajudin dianggap melawan kebijakan Ketua Umum DPP Partai Golkar.
“Bisa saja akan mendapatkan sanksi organisasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Organisasi,” ujarnya.
Mustafa M. Radja menjelaskan, Ketua Umum DPP Partai Golkar memahami adanya dinamika yang cukup kuat dalam proses pelaksanaan konsolidasi DPD Partai Golkar Sulsel yang tertunda cukup lama.
“Ketua Umum sangat mempertimbangkan secara mendalam dan terukur demi soliditas dan mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Sulsel yang dinilai oleh Ketua Umum telah mengalami penurunan dari periode ke periode sebelumnya,” jelasnya.
Lebih jauh ia mengatakan, dalam perspektif lain, memang proses konsolidasi organisasi Partai Golkar untuk memilih dan menetapkan Ketua DPD Partai Golkar Sulsel dan menyusun kepengurusannya harus mempertimbangkan banyak aspek.
“Sehingga keputusan Ketua Umum DPP Partai Golkar menginginkan Pak Ilham Arif Sirajudin menjadi Ketua DPD Partai Golkar Sulsel melalui pemberian Diskresi agar tidak terjadinya polarisasi yang tidak menguntungkan Partai Golkar Sulsel pada Pilpres, Pilieg dan Pilkada di Sulsel,” jelasnya.
Ketua Umum dan DPP Partai Golkar menurutnya berharap kepada seluruh jajaran pimpinan DPD Partai Golkar Sulsel yang saat ini dinakhodai PLT Muhidin Said, jajaran pimpinan DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota serta seluruh kader harus dapat menjaga kondisivitas.
“Dan tetap solid serta mengedepankan suasana persaudaraan sesama kader dalam pelaksanaan Musyawarah Daerah Partai Golkar Sulsel yang akan dilaksanakan dalam waktu tidak lama lagi,” tandasnya. (amr)





