Menbud Fadli Zon Sebut Ruang Kreatif Berperan Strategis Menjaga dan Mengembangkan Budaya

pantau.com
12 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan ruang-ruang kreatif berbasis komunitas memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya sekaligus mendorong lahirnya inovasi tanpa meninggalkan akar tradisi.

Komunitas Dinilai Menjadi Penggerak Pelestarian Budaya

Fadli Zon mengatakan budaya akan terus hidup apabila masyarakat memiliki ruang untuk mempraktikkan, mengembangkan, dan merayakan warisan budaya secara bersama.

Ia mengungkapkan, “Budaya akan tetap hidup bukan hanya karena diwariskan, tetapi karena diberi ruang untuk dipraktikkan, dikembangkan, dan dirayakan bersama oleh komunitasnya.”

Menurutnya, komitmen tersebut sejalan dengan amanat Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Kementerian Kebudayaan terus memperkuat pelindungan tradisi budaya lokal melalui pemberdayaan komunitas, penyelenggaraan festival budaya, dokumentasi warisan budaya, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendokumentasikan dan mempromosikan budaya Indonesia hingga ke tingkat internasional.

Banyumas Lengger Bicara Jadi Wujud Pelestarian Budaya

Fadli menilai penyelenggaraan Banyumas Lengger Bicara 2026 yang diinisiasi Yayasan Lengger Bicara menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan warisan budaya bangsa.

Menurutnya, Lengger Banyumas tidak hanya merupakan seni pertunjukan, tetapi juga memuat sejarah, nilai kehidupan masyarakat, ekspresi estetika, dan identitas budaya yang diwariskan lintas generasi.

Ia mengatakan, “Pertunjukan Lengger Banyumas dapat terus menjadi ruang dialog budaya yang mempererat persaudaraan, memperkuat identitas daerah, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kebudayaan Indonesia.”

Fadli juga menyoroti potensi budaya Banyumas, seperti Calung Banyumasan, Ebeg, Lengger Banyumasan, Buncis, Seni Begalan, Ronggeng Banyumasan, hingga bahasa Banyumasan dengan dialek ngapak yang dinilai memiliki peluang besar dikembangkan melalui teater, film, literasi, siniar, dan berbagai konten digital agar semakin dekat dengan generasi muda.

Pada ajang Banyumas Lengger Bicara 2026, penghargaan Tribute to Maestro diberikan kepada Peang Penjol dan Suliyah sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam merawat, melestarikan, dan mengembangkan kesenian tradisional Banyumas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemeriahan Malam Puncak Menuju 5 Abad Jakarta di Bundaran HI
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gerak Cepat Menteri Mukhtarudin Fasilitasi Pemulangan Warga Kalteng yang Tertahan di Kamboja
• 10 jam laludisway.id
thumb
Presiden Prabowo: Habis Pemilihan Gaduh, yang Kalah Ribut, Kapan Mau Sejahterakan Rakyat?
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Transjakarta Hentikan Operasional Rute Tanah Abang-Blok M (1N) Mulai 30 Juni
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Marwah Gowa di Persimpangan Jalan: Hak Angket dan Ujian Akuntabilitas Kekuasaan
• 10 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.