Anak Kereta (Angker) Harap Sabar, Peningkatan Kapasitas Green Line Ditarget 2028

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Anak Kereta (angker)—sebutan bagi para pengguna kereta yang menggunakan Green Line atau lintas Tanah Abang–Rangkasbitung masih harus bersabar menghadapi kepadatan di jam sibuk. 

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Allan Tandiono menargetkan peningkatan kapasitas Green Line melalui proyek peningkatan sistem persinyalan dan pengadaan rangkaian kereta baru yang ditargetkan rampung paling lambat pada 2028.

“Dalam waktu dekat ini KAI akan melakukan peningkatan traksi listrik dan harapannya tahun depan selesai, paling lambat tahun 2028,” ujarnya, dikutip pada Sabtu (27/6/2026). 

Jalur Green Line menjadi salah satu lintas dengan tingkat kepadatan tertinggi di jaringan KRL Jabodetabek. Terlebih, lintasan tersebut hanya mampu menggunakan rangkaian maksimal 10 gerbong kereta. 

Allan mengungkapkan, tingkat okupansi pada jam sibuk bahkan telah mencapai sekitar 161%, sehingga kapasitas angkut dinilai sudah tidak lagi memadai.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan peningkatan elektrifikasi akan menjadi fondasi untuk menambah kapasitas layanan di lintas tersebut. 

Baca Juga

  • Gerbong Makin Sesak, Tambahan Kapasitas KRL Green Line Dikejar
  • Momen Rel Patah di Sudimara Hambat KRL Green Line yang Dijajal Menhub Dudy
  • MONOREL: Adhi Karya & Ortus Garap Jalur di Luar Blue Line & Green Line

Setelah proyek selesai, rangkaian kereta yang saat ini beroperasi dengan 10 kereta akan ditingkatkan menjadi 12 kereta.

Selain itu, pemerintah juga meminta PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan rangkaian dengan dimensi gerbong yang lebih besar agar kapasitas angkut penumpang meningkat.

"Kemudian juga kami akan mengganti gerbong yang selama ini dipakai dengan yang lebih besar lagi," ujar Dudy.

Menurutnya, peningkatan elektrifikasi tersebut juga akan diikuti dengan perbaikan sistem persinyalan sehingga jarak kedatangan antarkereta atau headway dapat dipangkas.

Alhasil, kepadatan dapat terurai dan mampu mengangkut lebih banyak penumpang. 

"Dengan peningkatan elektrifikasi ini kita harapkan juga headway-nya akan semakin lebih berkurang sehingga kita bisa menambah lagi frekuensi dan tentunya akan menambah lagi jumlah penumpang yang terangkut," katanya.

Melihat data PT Kereta Commuter Indonesia (KCI)—selaku operator KRL—menunjukkan jumlah pengguna Green Line Tanah Abang–Rangkasbitung terus meningkat dalam lima tahun terakhir. 

Pada 2021, jumlah penumpang tercatat 42,11 juta orang, kemudian naik tipis menjadi 43,32 juta orang pada 2022. Lonjakan mulai terlihat pada 2023 ketika jumlah pengguna menembus 62,09 juta orang atau meningkat sekitar 43,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Tren pertumbuhan berlanjut pada 2024 dengan jumlah pengguna mencapai hampir 70 juta orang. Sepanjang 2025, volume penumpang kembali meningkat menjadi 77,55 juta orang atau tumbuh sekitar 10,8% secara tahunan. 

Sementara itu, pada periode Januari–Mei 2026 jumlah pengguna telah mencapai 33,39 juta orang. Angka tersebut hampir setara dengan jumlah pengguna sepanjang tahun 2021. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Merawat Gambut Sintang Lewat Budidaya Ikan Gabus
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Gelombang Panas Mematikan Kembali Terjang Eropa, Ilmuwan Salahkan Krisis Iklim
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Melarang Live Streaming Sidang Perdana Tifauzia Tyassuma
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Razman Arif Nasution Resmi Jalani Hukuman 18 Bulan di Lapas Cipinang
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Amanda Manopo Konsultasi ke Polisi soal Dugaan Penggelapan-Pencemaran Nama Baik
• 26 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.