Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi dan konsultan aritmia Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA menyampaikan bahwa gejala-gejala yang mengarah pada masalah katup jantung tidak boleh dianggap enteng.
"Sayangnya di kita, di orang Indonesia ini, kan suka menganggap keluhan sedikit-sedikit itu biasa saja. Nanti kalau sudah parah banget, kalau sudah jalan 100 meter enggak bisa, baru datang," katanya dalam acara Primaya Hospital Kelapa Gading di Jakarta, Sabtu.
"Jangan terlalu menganggap enteng, 'ah bocor dikit enggak apa-apalah'. Ini bocor halus katup jangan dibiarkan, lama-lama jadi besar," kata Guru Besar Kardiologi dan Aritmia Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.
Ia mengatakan bahwa jantung memiliki empat katup, yaitu katup trikuspid, katup mitral, katup aorta, dan katup pulmonal.
Gangguan pada katup jantung dapat berupa katup yang terlalu rapat sehingga sulit terbuka atau kebocoran katup.
Baca juga: Kenali pertanda masalah jantung
Menurut Prof. Yoga, gejala kebocoran katup jantung bisa berupa sesak napas, cepat lelah, dan kaki bengkak.
Tanda masalah jantung yang lain mencakup rasa nyeri atau ketidaknyamanan pada dada, dada berdebar-debar, dan denyut jantung tidak teratur.
"Kalau di bawah 35 persen itu adalah penurunan kemampuan pompa yang berat. Biasanya kalau orang di bawah 35 persen itu jalan 100 meter aja juga udah sesak," kata Prof. Yoga.
Ia menyampaikan bahwa kebocoran katup bisa bersifat degeneratif atau fungsional. Dalam hal ini, struktur katup jantung masih cukup bagus, tidak ada kelainan katup yang signifikan kecuali tidak koaptasi atau tidak menyatu ketika seharusnya menyatu atau menutup dengan baik.
Sedangkan dalam kelainan katup jantung yang sifatnya struktural, ada anomali atau kelainan pada katup jantung. Misalnya, kelainan kongenital yang disebut Barlow Syndrome.
Baca juga: Komplikasi radang amandel bisa picu gangguan katup jantung
Prof. Yoga mengatakan bahwa kebocoran katup jantung yang bersifat fungsional masih bisa diperbaiki.
"Misalnya, orang dengan mengalami kebocoran katup yang fungsional ada orang muda, kemudian pompanya masih bagus, maka dia lebih baik dioperasi," katanya.
"Ketika operasi tidak bisa dilakukan karena ada kondisi-kondisi yang menyebabkan dia terlalu berisiko, MitraClip ini menjadi alternatif," katanya merujuk pada opsi penanganan masalah katup jantung tanpa operasi menggunakan alat yang disebut MitraClip.
Baca juga: Penanganan masalah katup jantung bisa dilakukan tanpa operasi
Baca juga: Aritmia bisa menjadi pemicu kematian mendadak pada usia muda
"Sayangnya di kita, di orang Indonesia ini, kan suka menganggap keluhan sedikit-sedikit itu biasa saja. Nanti kalau sudah parah banget, kalau sudah jalan 100 meter enggak bisa, baru datang," katanya dalam acara Primaya Hospital Kelapa Gading di Jakarta, Sabtu.
"Jangan terlalu menganggap enteng, 'ah bocor dikit enggak apa-apalah'. Ini bocor halus katup jangan dibiarkan, lama-lama jadi besar," kata Guru Besar Kardiologi dan Aritmia Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.
Ia mengatakan bahwa jantung memiliki empat katup, yaitu katup trikuspid, katup mitral, katup aorta, dan katup pulmonal.
Gangguan pada katup jantung dapat berupa katup yang terlalu rapat sehingga sulit terbuka atau kebocoran katup.
Baca juga: Kenali pertanda masalah jantung
Menurut Prof. Yoga, gejala kebocoran katup jantung bisa berupa sesak napas, cepat lelah, dan kaki bengkak.
Tanda masalah jantung yang lain mencakup rasa nyeri atau ketidaknyamanan pada dada, dada berdebar-debar, dan denyut jantung tidak teratur.
"Kalau di bawah 35 persen itu adalah penurunan kemampuan pompa yang berat. Biasanya kalau orang di bawah 35 persen itu jalan 100 meter aja juga udah sesak," kata Prof. Yoga.
Ia menyampaikan bahwa kebocoran katup bisa bersifat degeneratif atau fungsional. Dalam hal ini, struktur katup jantung masih cukup bagus, tidak ada kelainan katup yang signifikan kecuali tidak koaptasi atau tidak menyatu ketika seharusnya menyatu atau menutup dengan baik.
Sedangkan dalam kelainan katup jantung yang sifatnya struktural, ada anomali atau kelainan pada katup jantung. Misalnya, kelainan kongenital yang disebut Barlow Syndrome.
Baca juga: Komplikasi radang amandel bisa picu gangguan katup jantung
Prof. Yoga mengatakan bahwa kebocoran katup jantung yang bersifat fungsional masih bisa diperbaiki.
"Misalnya, orang dengan mengalami kebocoran katup yang fungsional ada orang muda, kemudian pompanya masih bagus, maka dia lebih baik dioperasi," katanya.
"Ketika operasi tidak bisa dilakukan karena ada kondisi-kondisi yang menyebabkan dia terlalu berisiko, MitraClip ini menjadi alternatif," katanya merujuk pada opsi penanganan masalah katup jantung tanpa operasi menggunakan alat yang disebut MitraClip.
Baca juga: Penanganan masalah katup jantung bisa dilakukan tanpa operasi
Baca juga: Aritmia bisa menjadi pemicu kematian mendadak pada usia muda





