Mengapa Suporter Iran Mencemooh dan Berbalik Badan Saat Lagu Kebangsaan Diputar Lawan Mesir di Piala Dunia 2026?

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Timnas Iran harus menunggu dengan penuh ketidakpastian untuk memastikan langkah mereka ke babak gugur Piala Dunia 2026 setelah hanya mampu bermain imbang melawan Mesir. Hasil tersebut terasa semakin menyakitkan karena gol yang sempat membawa kemenangan dianulir wasit pada menit-menit akhir pertandingan.

Peluang Iran sebenarnya masih terbuka untuk melanjutkan perjalanan di turnamen. Tim Melli berpotensi lolos sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik, namun kepastian itu baru ditentukan setelah seluruh pertandingan grup selesai dimainkan pada Sabtu.

Baca Juga :
Daftar 12 Tim yang Sudah Resmi Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Cetak Sejarah di Piala Dunia, Bek Persib Frans Putros Malah Dapat Rapor Terendah usai Dibantai Senegal

Di luar jalannya pertandingan, perhatian justru tertuju pada suasana saat lagu kebangsaan Iran dikumandangkan sebelum kickoff. Sejumlah suporter terdengar mencemooh, sementara sebagian lainnya memilih membelakangi lapangan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Republik Islam Iran.

Aksi protes itu dinilai berkaitan dengan situasi politik di Iran yang masih memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Berdasarkan survei yang dipublikasikan Iran International seperti dikutip dari Mirror, hanya sekitar 20 persen responden yang menginginkan Republik Islam tetap berkuasa, sementara mayoritas lainnya mendukung perubahan sistem politik dengan berbagai skema transisi.

Menariknya, meski otoritas Amerika Serikat melarang masuknya bendera Iran era sebelum revolusi ke dalam stadion, sejumlah suporter tetap berhasil membawanya ke tribun. Bendera tersebut terlihat berkibar sepanjang pertandingan tanpa adanya tindakan dari petugas keamanan.

Usai laga sebelumnya melawan Belgia, pemain senior Iran, Alireza Jahanbakhsh, turut menanggapi respons beragam dari para pendukung negaranya. Ia menegaskan bahwa skuad Tim Melli tetap menghormati seluruh masyarakat Iran tanpa memandang latar belakang politik.

“Kami menerima keduanya. Saya pikir ada hari-hari baik dan hari-hari buruk untuk setiap tim, dan juga, seperti yang saya katakan, kami bermain untuk semua orang Iran di Iran, di luar Iran, dengan ideologi apa pun, preferensi apa pun yang mereka miliki, dan kami memastikan untuk membuat mereka bahagia, karena saya yakin pada akhirnya, mereka mencintai Tim Melli dari lubuk hati mereka, dan kami menghormati mereka semua," Alireza Jahanbakhsh.

“Dan saya pikir hal terpenting yang dapat kita lakukan sebagai tim adalah tampil baik, memastikan kita mengerahkan sepenuh hati di lapangan, dan melakukan segala sesuatu untuk membuat mereka bahagi," lanjutnya.

Baca Juga :
Kata Pelatih Timnas Iran Usai Gol di Menit Akhir Dianulir VAR, Bangga Meski Nasib Team Melli Masih Menggantung
Pernyataan Berkelas Pelatih Mesir Usai Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Tak Bicara Soal Hasil tapi Mental Pemain
Sudah Lolos, Norwegia Tak Berani Ambil Risiko! Erling Haaland Hanya Duduk di Bangku Cadangan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PTPN I pacu hilirisasi teh guna perlebar pasar ekspor di Eropa
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Mudah Naik Pitam Bukan Terjadi Begitu Saja, Ini 6 Faktor Pembentuk Sifat Temperamental
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Hyundai Urip Sumoharjo Hadirkan Promo Menarik New CRETA hingga Akhir Juni, Cashback dan Bunga 0 Persen
• 8 jam laluterkini.id
thumb
Harga Emas Sepekan: Antam Turun Rp 8 Ribu, Galeri24 Rp 22 Ribu
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Lebanon-Israel-AS Teken Pakta Trilateral, Buka Jalan untuk Perjanjian Damai
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.