VIVA – Timnas Iran harus menunggu dengan penuh ketidakpastian untuk memastikan langkah mereka ke babak gugur Piala Dunia 2026 setelah hanya mampu bermain imbang melawan Mesir. Hasil tersebut terasa semakin menyakitkan karena gol yang sempat membawa kemenangan dianulir wasit pada menit-menit akhir pertandingan.
Peluang Iran sebenarnya masih terbuka untuk melanjutkan perjalanan di turnamen. Tim Melli berpotensi lolos sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik, namun kepastian itu baru ditentukan setelah seluruh pertandingan grup selesai dimainkan pada Sabtu.
Di luar jalannya pertandingan, perhatian justru tertuju pada suasana saat lagu kebangsaan Iran dikumandangkan sebelum kickoff. Sejumlah suporter terdengar mencemooh, sementara sebagian lainnya memilih membelakangi lapangan sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Republik Islam Iran.
Aksi protes itu dinilai berkaitan dengan situasi politik di Iran yang masih memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Berdasarkan survei yang dipublikasikan Iran International seperti dikutip dari Mirror, hanya sekitar 20 persen responden yang menginginkan Republik Islam tetap berkuasa, sementara mayoritas lainnya mendukung perubahan sistem politik dengan berbagai skema transisi.
Menariknya, meski otoritas Amerika Serikat melarang masuknya bendera Iran era sebelum revolusi ke dalam stadion, sejumlah suporter tetap berhasil membawanya ke tribun. Bendera tersebut terlihat berkibar sepanjang pertandingan tanpa adanya tindakan dari petugas keamanan.
Usai laga sebelumnya melawan Belgia, pemain senior Iran, Alireza Jahanbakhsh, turut menanggapi respons beragam dari para pendukung negaranya. Ia menegaskan bahwa skuad Tim Melli tetap menghormati seluruh masyarakat Iran tanpa memandang latar belakang politik.
“Kami menerima keduanya. Saya pikir ada hari-hari baik dan hari-hari buruk untuk setiap tim, dan juga, seperti yang saya katakan, kami bermain untuk semua orang Iran di Iran, di luar Iran, dengan ideologi apa pun, preferensi apa pun yang mereka miliki, dan kami memastikan untuk membuat mereka bahagia, karena saya yakin pada akhirnya, mereka mencintai Tim Melli dari lubuk hati mereka, dan kami menghormati mereka semua," Alireza Jahanbakhsh.
“Dan saya pikir hal terpenting yang dapat kita lakukan sebagai tim adalah tampil baik, memastikan kita mengerahkan sepenuh hati di lapangan, dan melakukan segala sesuatu untuk membuat mereka bahagi," lanjutnya.




