Buntut 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Kemhan Akan Evaluasi Penyelenggaraan Latsarmil

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Buntut 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Kemhan Akan Evaluasi Penyelenggaraan LatsarmilNasional | okezone | Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:30Dengarkan Berita

JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan melakukan evaluasi terhadap Latihan Dasar Militer (Latsarmil) dalam program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Evaluasi ini merupakan arahan langsung dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyusul meninggalnya lima calon manajer koperasi desa saat mengikuti Latsarmil.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen Ketut Gede Wetan, menyebut evaluasi dilakukan secara menyeluruh meliputi aspek kesehatan hingga intensitas kegiatan.

"Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan, pengawasan medis, profiling kesehatan peserta, penyesuaian intensitas kegiatan, sistem rujukan rumah sakit, serta mekanisme deteksi dini bagi peserta yang memiliki faktor risiko," ujar Ketut dalam konferensi pers, Sabtu (27/6/2026).

Baca Juga:Banjir Landa 3 Desa di Bandung, 75 Warga Mengungsi

Ketut juga menyebut kegiatan Latsarmil akan diarahkan untuk lebih adaptif dan edukatif. Selain itu, Latsarmil juga akan memperhatikan kondisi psikologis setiap peserta SPPI.

"Kegiatan juga diarahkan agar lebih adaptif, edukatif, dan memperhatikan kondisi psikologis peserta melalui metode pembelajaran yang membangun semangat, kerja sama, problem solving, dan suasana yang lebih menggembirakan," imbuh dia.

Ketut juga menyampaikan penguatan aspek kesehatan peserta SPPI akan menjadi perhatian utama. Penyelenggara akan melaksanakan profiling kesehatan lanjutan, pemeriksaan berkala bagi peserta yang memiliki faktor risiko.

 

"Selain itu, Kementerian Pertahanan juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memperoleh asistensi medis, khususnya dalam upaya pencegahan, deteksi dini, penanganan penyakit paru serta penyakit menular di lingkungan pendidikan," tutur Ketut.

Ia juga menegaskan bahwa Latihan Bela Negara dan Manajerial merupakan tahapan pembentukan karakter dalam Program SPPI yang bertujuan menanamkan nilai-nilai disiplin, integritas, kepemimpinan, semangat gotong royong, profesionalisme, nasionalisme, serta kesiapan mengabdi kepada masyarakat.

Baca Juga:Viral Sapi Kurban Mengamuk di Banjarmasin, Pria 53 Tahun Tewas Terseret Sejauh 50 Meter

"Program ini bukan dimaksudkan untuk membentuk prajurit, melainkan membentuk calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang memiliki karakter kuat, berintegritas, disiplin, mampu bekerja sama, dan siap melaksanakan tugas pengabdian di tengah masyarakat," tandas dia.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OJK Pantau Dampak Ekspor Satu Pintu DSI, Premi Asuransi Pengangkutan Capai Rp2,85 Triliun
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Marselino atau Pratama Arhan? Ini Jawaban Shin Tae-yong Soal Pemain Timnas Indonesia yang Ingin Diboyong ke Persija
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
BEI Catat 8 Perusahaan Masih Antre IPO hingga Akhir Juni 2026
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Adi Prayitno, Waketum RPGM hingga Relawan Soal Kaitan Prabowo dengan Safari Politik Jokowi
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Mengapa Trump Tidak Menggulingkan Rezim Iran?
• 11 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.