Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengkritik Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu secara terang-terangan, dengan mengatakan bahwa "semua orang Yahudi muak" padanya. Trump juga mengatakan bahwa dirinya "lelah dengan perilaku" Netanyahu.
Kritikan tajam itu, seperti dilansir CNN dan Middle East Monitor, Sabtu (27/6/2026), diungkapkan dalam sebuah buku berjudul "Regime Change: Inside the Imperial Presidency of Donald Trump", yang diterbitkan oleh jurnalis New York Times (NYT) Maggie Haberman dan Jonathan Swan pada Selasa (23/6) waktu setempat.
Buku tersebut mengupas tahun pertama masa jabatan kedua Trump, saat AS menengahi gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang mengakhiri perang selama dua tahun di Jalur Gaza. Hubungan antara Trump dan Netanyahu juga turut dibahas dalam buku tersebut.
Menurut buku tersebut, yang dikutip CNN dalam laporannya, Trump meluapkan kekesalan yang mendalam terhadap Netanyahu saat keduanya melakukan percakapan telepon yang penuh ketegangan pada September 2025 lalu, ketika negosiasi gencatan senjata di Jalur Gaza sedang berlangsung.
Pada saat itu, Trump menganggap Netanyahu tidak memberikan respons yang memadai atas upaya AS untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza.
"Saya muak dengan perilaku Anda. Saya telah melakukan segalanya untuk melindungi Anda, dan sebaiknya Anda segera menindaklanjuti hal ini," kata Trump dalam percakapan telepon itu, seperti dikutip dalam buku tersebut.
Percakapan telepon itu juga melibatkan Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff dan penasihat serta menantu Trump, Jared Kushner, yang kebetulan keduanya merupakan penganut Yahudi.
"Semua orang muak pada Anda, Bibi. Semua orang Yahudi muak pada Anda. Bahkan dua orang Yahudi yang ada dalam panggilan telepon ini pun muak pada Anda," ucap Trump, merujuk pada Witkoff dan Kushner dan menyebut nama panggilan akrab Netanyahu.
(nvc/dhn)





