jakarta.jpnn.com - Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Nasrullah Larada meminta semua kader memberikan dukungan total kepada Presiden Prabowo Subianto.
Menurut dia, dukungan sangat krusial karena Prabowo tengah melakukan perlawanan terbuka terhadap gurita konglomerasi yang selama ini merampok sumber daya alam (SDA) Indonesia demi menciptakan pemerataan ekonomi.
BACA JUGA: Prabowo: Tidak Ada yang Lebih Genting dari Perut Lapar
Nasrullah menjelaskan langkah geopolitik dan kebijakan strategis yang diambil Prabowo saat ini membuktikan kegeniusannya mengamankan kedaulatan bangsa dari intervensi asing maupun rongrongan para konglomerat hitam di dalam negeri.
"Begitu kita mendengarkan (pidato 20 Mei, red), ternyata perang terbuka Prabowo dengan konglomerat yang selama ini sudah merampok sumber daya alam kita,” kata Nasrullah saat pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VII KB PII Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (27/6).
BACA JUGA: Erick Thohir Tegaskan Prabowo Dukung Total Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026
Nasrullah menjelaskan presiden yang mempunyai political will harus didukung.
“Siapa pun presidennya, kalau presiden itu punya kemauan yang keras untuk bangsa kita ke depan, mestinya kita sebagai kader umat harus memberikan dukungan," ujar Nasrullah.
BACA JUGA: Gemetaran Bertemu Prabowo, John Herdman Tetap Merasa Antusias
Nasrullah membeberkan salah satu contoh nyata perampokan kekayaan negara yang kini dilawan habis-habisan pemerintahan Prabowo, yakni modus ekspor ilegal satu pintu yang menguntungkan negara tetangga, seperti Singapura.
"Negara yang kecil tiba-tiba menjadi pengeskpor ikan hias terbesar sedunia. Kepikiran enggak, tuh? Menjadi pengeskpor CPO ke luar negeri,” kata dia.
Dia menjelaskan Indonesia menjadi bahan sapi perah, sedangkan Singapura yang mengambil kekayaan.
“Wajar ketika Prabowo tanggal 20 Mei pidato menyerang secara terbuka konglomerat yang merampok itu, Singapura yang marah," bebernya.
Nasrullah menegaskan dukungan KB PII murni didasarkan pada political will Prabowo yang tulus demi menyelamatkan masa depan bangsa dan mewujudkan pemerataan, bukan karena motif jabatan politik.
"Saya ngomong begini saya bukan komisaris, bukan menteri. Saya melihat political will dari seorang presiden yang betul-betul ingin menyelamatkan bangsa kita," kata dia. (jos/jpnn)
Redaktur & Reporter : Ragil




