Iran Tuding Trump Tidak Komit Gencatan Senjata, Serangan AS Ditengah Perundingan Buktinya

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Teheran, VIVA - Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi menyebut Presiden AS Donald Trump kembali menunjukkan tak komit atas prinsip-prinsip negosiasi maupun gencatan senjata.

"Amerika Serikat kembali menyerang Iran di tengah berlangsungnya perundingan. Presiden AS yang gagal kembali menunjukkan bahwa ia tidak berkomitmen terhadap prinsip-prinsip negosiasi maupun gencatan senjata," kata Azizi melalui akun X miliknya, dikutip Sabtu, 27 Juni 2026.

Baca Juga :
Dari Vitamin hingga Topi Branded, ART Angel Lelga Diduga Ambil Barang Majikan untuk Dipakai Sendiri
Mengapa Suporter Iran Mencemooh dan Berbalik Badan Saat Lagu Kebangsaan Diputar Lawan Mesir di Piala Dunia 2026?

"Pelanggaran gencatan senjata yang gegabah ini, seperti biasa, pada akhirnya akan berujung pada kemunduran dan penyesalan di pihak mereka. Saling menyalahkan tak lagi efektif," ujar Azizi.

Dia mengatakan pernyataan tersebut pasca Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan lewat X bahwa pasukannya sudah melancarkan serangan terhadap fasilitas penyimpanan rudal dan drone serta radar pesisir Iran pada 26 Juni.

Menurut CENTCOM, serangan tersebut adalah respons atas dugaan serangan terhadap sebuah kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz sehari sebelumnya.

Trump juga mengeklaim melalui platform Truth Social bahwa Iran telah meluncurkan empat drone serang satu arah ke arah kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Ia menuduh Iran telah melanggar gencatan senjata antara kedua negara.

Perkembangan tersebut terjadi ketika Iran dan AS sedang melakukan perundingan untuk merampungkan nota kesepahaman (MoU) mengenai gencatan senjata yang menghentikan perang yang dilancarkan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari.

Perundingan itu juga bertujuan mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran dan pencabutan sanksi terhadap negara tersebut.

MoU tersebut mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Dokumen itu memberi waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final mengenai program nuklir Iran dan pencabutan sanksi AS. (Ant)

Baca Juga :
Daftar 12 Tim yang Sudah Resmi Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Kata Pelatih Timnas Iran Usai Gol di Menit Akhir Dianulir VAR, Bangga Meski Nasib Team Melli Masih Menggantung
Pernyataan Berkelas Pelatih Mesir Usai Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026, Tak Bicara Soal Hasil tapi Mental Pemain

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ikonik! Mengintip Keindahan St Stephen s Cathedral Brisbane, Bergaya Arsitektur Gothic Revival
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Indonesia Tampil Kompetitif di Hari Pertama AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026, Bukti Kesiapan Menuju Panggung Asia
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Festival Minangkabau Tarik Perhatian Dunia, Budaya Ikonik Dongkrak Pariwisata
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
359 Haji Kloter 16 Debarkasi Banjarmasin Tiba di Tanah Air
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Emiten Afiliasi Grup Bakrie Hiasi Top Losers Sepekan, Ada BRMS hingga BIPI
• 12 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.