AS Perluas Larangan Impor Perangkat Teknologi Buatan China

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Komisi Komunikasi Federal atau Federal Communications Commission (FCC) akan memperluas larangan impor perangkat teknologi dari sejumlah produsen asal China.

AS Perluas Larangan Impor Perangkat Teknologi Buatan China. Foto: AP.

IDXChannel - Komisi Komunikasi Federal atau Federal Communications Commission (FCC) akan memperluas larangan impor perangkat teknologi dari sejumlah produsen asal China. 

Kebijakan tersebut memperluas larangan FCC yang diberlakukan pada 2022 terhadap model baru peralatan telekomunikasi dan pengawasan video buatan Huawei, ZTE, Hytera, Hikvision, dan Dahua, dengan alasan risiko terhadap keamanan nasional Amerika Serikat (AS).

Baca Juga:
Pasar Otomotif Eropa Tumbuh Positif pada Mei 2026, EV China Makin Laris, Kalahkan Merek Lokal

Melansir Reuters, Sabtu (27/6/2026), dalam aturan yang diperluas ini, larangan tidak lagi hanya berlaku untuk model yang dirancang sejak akhir 2022, tetapi juga mencakup model lama dari peralatan yang digunakan untuk keselamatan publik, keamanan fasilitas pemerintah, pengawasan keamanan fisik infrastruktur penting, serta tujuan lain yang berkaitan dengan keamanan nasional.

Larangan yang diperluas itu akan mulai berlaku pada awal Juli. Meski demikian, FCC menegaskan warga AS tetap diperbolehkan menggunakan peralatan yang telah mereka miliki.

Baca Juga:
China Masukkan Puluhan Perusahaan AS ke Daftar Hitam Ekspor-Impor

Sebelumnya, FCC telah mengambil sejumlah langkah yang menyasar teknologi asal China, termasuk melarang impor seluruh model baru drone buatan China pada Desember lalu. Pada Maret, FCC juga melarang impor model baru router konsumen buatan China, yakni perangkat yang menghubungkan komputer, ponsel, dan perangkat pintar ke internet.

Namun, pada aturan terbaru tidak mencakup model drone maupun router yang telah beredar sebelumnya.

Baca Juga:
Uni Eropa Berencana Kenakan Tarif untuk Mobil Hybrid China

Pada Oktober, FCC melalui pemungutan suara memutuskan menghentikan persetujuan baru bagi perangkat yang menggunakan komponen dari perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar pengawasannya, serta memberi kewenangan kepada lembaga tersebut untuk melarang penggunaan peralatan yang sebelumnya telah disetujui dalam kondisi tertentu.

Hikvision menggugat keputusan tersebut pada Desember dengan alasan FCC telah melampaui kewenangannya dan tidak memiliki dasar yang memadai untuk menerapkan kebijakan tersebut.

Selain itu, FCC juga sedang mempertimbangkan untuk melarang operator telekomunikasi AS melakukan interkoneksi dengan perusahaan telekomunikasi China. Jika diterapkan, kebijakan itu pada praktiknya akan melarang perusahaan telekomunikasi China mengoperasikan pusat data di AS.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korban Gempa Venezuela 920 Orang, Tim Penyelamat Global Terus Cari Penyintas
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Iran Sebut Serangan AS Dekat Selat Hormuz Rusak Negosiasi dan Gencatan Senjata
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tak Tinggal Diam, Iran Balas Serang Target Militer AS
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemkot jadikan Festival Heritage Depok Lama daerah tujuan wisata baru
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
AS Balas Serangan Iran di Selat Hormuz, Bagaimana Nasib Kesepakatan Damai?
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.