Brussel: Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyambut baik kesepakatan antara Israel dan Lebanon yang dicapai di Washington, Amerika Serikat, dan menyebutnya sebagai langkah penting untuk meredakan eskalasi konflik di Timur Tengah.
"Saya menyambut baik kesepakatan antara Israel dan Lebanon. Ini adalah langkah penting menjauh dari eskalasi karena tidak akan ada perdamaian di Timur Tengah jika Lebanon terus dilanda perang," tulis von der Leyen melalui platform X pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Amerika Serikat atas perannya sebagai mediator dalam proses negosiasi tersebut.
Menurut von der Leyen, prioritas berikutnya adalah memastikan pelucutan senjata kelompok-kelompok bersenjata non-negara serta menjaga kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon.
"Uni Eropa siap mendukung jalan menuju stabilitas kawasan yang berkelanjutan," ujarnya, seperti dilansir dari media Anadolu Agency.
Selain itu, ia mengungkapkan Uni Eropa telah mengalokasikan bantuan kemanusiaan sebesar 100 juta euro atau sekitar US$113 juta untuk membantu warga yang mengungsi akibat konflik. Hasil Perundingan Putaran Kelima Kesepakatan tersebut dicapai pada akhir putaran kelima perundingan yang dimediasi Amerika Serikat di Washington pada Jumat.
Pembicaraan berfokus pada penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon serta pengaturan pengerahan Angkatan Bersenjata Lebanon di kawasan yang sebelumnya diduduki militer Israel.
Sejak 2 Maret, Israel melancarkan ofensif militer di Lebanon yang menurut otoritas Lebanon telah menewaskan lebih dari 4.000 orang, melukai lebih dari 12.000 lainnya, dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi.
Implementasi kesepakatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal menuju penghentian konflik secara permanen dan pemulihan stabilitas di kawasan perbatasan Israel-Lebanon.
Baca juga: Lebanon, Israel, dan AS Teken Kerangka Kesepakatan Trilateral Menuju Perdamaian




