KOMPAS.TV – Jumlah peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih bertambah menjadi lima orang. Pemerintah menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan pelaksanaan program akan dievaluasi.
Dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Pertahanan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyatakan kelima peserta memiliki karakteristik dan kondisi medis yang berbeda-beda. Menurutnya, seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur di fasilitas kesehatan maupun rumah sakit rujukan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh peserta mengikuti pelatihan secara sukarela dan telah menyatakan kesiapan sesuai ketentuan yang berlaku.
Salah satu peserta yang meninggal, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, telah dimakamkan di TPU Cijambe, Sumedang Utara, Jawa Barat. Rifki merupakan peserta SPPI yang menjalani pendidikan di Satdik Yon Para Raider 465. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis usai mengeluhkan sesak napas.
Menanggapi peristiwa tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan pemerintah akan melakukan evaluasi lintas lembaga terhadap pelaksanaan latihan dasar militer, termasuk mendalami kemungkinan adanya aspek teknis maupun prosedural yang perlu diperbaiki. Meski demikian, pemerintah menilai pelatihan tersebut tetap penting karena juga memuat materi pengembangan kompetensi bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih.
Polemik ini turut menjadi pembahasan dalam dialog KompasTV bersama Deputi I Badan Komunikasi Pemerintah Fahd Pahdepie dan pakar hukum tata negara Bivitri Susanti.
#KopdesMerahPutih #SPPI #Latsarmil #KementerianPertahanan
Baca Juga: Soal Latsarmil Calon Manajer Kopdes-Kampung Nelayan, Anggota DPR: Saya Rekomendasi Dihentikan Dulu
Penulis : Fauzan-Alhazmi
Sumber : Kompas TV
- sapamalam
- dialog
- kopdes
- meninggal
- sppg





