VIVA – Persaingan di lini tengah Timnas Indonesia berpotensi semakin sengit. Pelatih John Herdman bisa mendapat tambahan opsi baru jika memutuskan memanggil gelandang berdarah Indonesia, Liam Oetoehganal, yang saat ini dipercaya menjadi kapten Sparta Rotterdam U-21.
Nama Liam memang belum sepopuler Thom Haye, Ivar Jenner, atau Joey Pelupessy. Namun, pemain berusia 22 tahun itu mulai mencuri perhatian berkat performa konsistennya di Belanda sekaligus statusnya yang memiliki garis keturunan Indonesia.
Jika proses administrasi dan seluruh regulasi FIFA dapat dipenuhi, Liam berpeluang menjadi wajah baru di lini tengah skuad Garuda. Kehadirannya tentu akan menambah persaingan di sektor yang selama ini menjadi salah satu kekuatan Timnas Indonesia.
John Herdman dikenal sebagai pelatih yang menyukai gelandang serbabisa. Sosok yang mampu membantu pertahanan sekaligus mengatur tempo permainan menjadi tipe pemain yang kerap masuk dalam skemanya.
Karena itu, peluang Liam mendapat kesempatan memperkuat Timnas Indonesia terbuka lebar, apalagi komposisi skuad Garuda belakangan lebih banyak mendapat tambahan pemain di lini belakang dibandingkan sektor tengah.
Liam memiliki darah Indonesia dari garis keturunan sang ayah. Neneknya berasal dari Sungkal, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sedangkan ibunya merupakan keturunan Belanda dan Suriname.
Latar belakang tersebut membuat Liam memenuhi syarat untuk membela Timnas Indonesia apabila seluruh proses administrasi berjalan sesuai aturan FIFA.
Lahir di Nijmegen pada 4 Mei 2004, Liam mengawali karier sepak bolanya di akademi Feyenoord sejak usia tujuh tahun. Ia menimba ilmu di salah satu akademi terbaik Belanda hingga menembus tim U-17 dan U-18 klub tersebut.
Kariernya kemudian berlanjut ke Belgia bersama Beerschot. Di sana, Liam mendapat pengalaman penting di level kompetisi muda sebelum memutuskan kembali ke Belanda pada 2024 untuk bergabung dengan Excelsior U-21.
Bersama Excelsior, Liam tampil reguler sepanjang musim. Ia mencatatkan 21 penampilan dan menjadi salah satu pemain penting di lini tengah.
Penampilan impresif tersebut membuat Sparta Rotterdam kepincut. Klub Eredivisie itu merekrut Liam untuk memperkuat tim U-21 pada musim 2025/2026.
Tak butuh waktu lama, Liam langsung mendapat kepercayaan besar. Meski baru bergabung, ia ditunjuk sebagai kapten Sparta Rotterdam U-21, sebuah bukti bahwa kualitas kepemimpinan dan kematangannya mendapat pengakuan dari klub.





