Menhub Rahasiakan Rute MRT Lebak Bulus-Serpong, Hindari Calo Tanah

cnbcindonesia.com
14 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwaghandi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana akan memperpanjang jalur MRT hingga Tangerang Selatan. Namun, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pihaknya belum akan membuka rute pasti proyek tersebut kepada publik.

Saat ini, proyek MRT Jakarta dari Lebak Bulus menuju Serpong, Tangerang Selatan, terus berjalan. Studi kelayakan (feasibility study) untuk proyek rute interkoneksi ini ditargetkan rampung pada akhir 2026.


"Biasanya kita nggak akan buka (rutenya). Kenapa? Nanti calo tanahnya. Mereka nanti beredar di mana-mana. Karena kalau ini bocor ke luar, itu akan mempengaruhi biaya perolehan tanahnya," kata Dudy mengutip detikcom, Sabtu (28/6/2026).

Baca: Proyek LRT Gading-JIS dan Manggarai-Dukuh Atas Ditawarkan ke Investor

Kabar tersebut telah memunculkan spekulasi di media sosial. Salah satunya ada yang menyebut jalur akan melewati Pondok Aren, sementara informasi lain menyebut Pondok Cabe.

Menurutnya, jika informasi rute tersebut diketahui publik sebelum eksekusi proyek, berpotensi muncul spekulasi harga tanah yang melambung tinggi, bahkan berpotensi mengganggu pelaksanaannya.

"Nanti tanah yang tadinya Rp 1 juta jadi Rp 30 juta. Akhirnya yang dikorbankan masyarakat, yang diuntungkan cuma para makelar saja," tegasnya.

Dudy menegaskan, penentuan rute sepenuhnya menjadi bagian dari kajian investor yang akan membangun proyek tersebut. Sebab para investor yang lebih memahami dalam mempertimbangkan potensi jumlah penumpang hingga efisiensi investasi sebelum memutuskan rute terbaik.

Baca: Menhub Bongkar Proyek 'Donat' Dukuh Atas, 6 Moda Jadi Satu

"Mereka akan lihat dari sudut ekonomisnya mana yang menguntungkan rutenya. Mau lewat Pondok Cabe, demand-nya masih banyak atau lewat Pondok Aren, kita belum tahu. Kalau pun keluar, biasanya mereka simpan sendiri supaya biaya investasinya tidak naik," ujarnya.

Semetara, kata Dudy, dari sudut pandang pemerintah, yang terpenting bukanlah menentukan jalur atau rute tertentu. Namun bagaimana layanan transportasi massal bisa semakin luas dan terhubung dengan kawasan penyangga Jakarta.

"Tapi kalau Sinarmas lewatnya kan BSD, tujuan akhirnya BSD. Terserah mereka mau lewat mana. Kalau saya yang penting jangkauannya semakin jauh dan konektivitasnya lebih baik," terang Dudy.

Sebagai informasi, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan, feasibility study proyek ini dilakukan oleh pihak swasta, yakni Sinarmas yang juga adalah pengembang BSD, dengan target rampung akhir tahun. Namun selesainya studi kelayakan ini bukan berarti bukan berarti pembangunan konstruksinya bisa langsung terlaksana tahun depan.

Tuhiyat menjelaskan masih ada serangkaian tahapan yang harus dilalui setelah hasil kajian tersebut keluar. Di antaranya, mulai dari pembahasan kelembagaan, skema finansial, hingga penyusunan desain teknis yang mendetail.


(rob/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Dukung UMKM Lokal, BRI Bantu Olahan Pangan Lokal Bernilai Ekonomi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tren Travel Bergeser, Perjalanan Tak Lagi hanya Memesan Tiket dan Hotel
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Dinas PU Makassar Kebut Normalisasi Drainase Pascapenertiban PKL
• 2 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Dramatis! Iran Sudah Hampir Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Tapi Buyar dalam Hitungan Dua Menit, Begini Kronologinya
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemenhan Beri Santunan Rp50 Juta bagi 5 Keluarga Calon Manager Kopdes yang Meninggal
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Terungkap Aksi Penyelundupan 325 Kg Sabu dari Thailand
• 8 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.