JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa latihan bela negara dan manajerial yang diikuti calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tidak bertujuan membentuk peserta menjadi prajurit atau anggota militer.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia menjelaskan para peserta tetap dipersiapkan untuk menjalankan tugas sipil sebagai pengelola koperasi dan program pemberdayaan masyarakat.
BACA JUGA:Makan Korban Lagi, Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil: Total Sudah 5 Orang
"Perlu kami tegaskan bahwa kegiatan ini bukan bertujuan membentuk peserta menjadi prajurit atau anggota militer. Para peserta tetap berada pada profesi dan penugasan sipilnya sebagai calon manajer pengelola Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih," kata Ketut, dikutip Minggu, 28 Juni 2026.
Menurut dia, pelatihan tersebut dirancang untuk membentuk karakter disiplin, kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, profesionalisme, kemampuan bekerja di bawah tekanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Ketut menjelaskan keterkaitan program tersebut dengan pertahanan negara terletak pada peran strategis koperasi dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Ia menilai ekonomi rakyat yang kuat merupakan salah satu unsur penting dalam membangun ketahanan nasional.
"Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Ekonomi rakyat yang kuat merupakan bagian dari ketahanan nasional," ujarnya.
BACA JUGA:Kemhan Ungkap Hasil Awal Rontgen Peserta Latsarmil Tak Temukan TBC, Peserta Awalnya Diduga Alami Pneumonia
Karena itu, pembentukan calon pengelola koperasi yang memiliki karakter, integritas, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan nasional.
Lebih lanjut, Ketut menegaskan penyelenggaraan latihan bela negara dan manajerial tersebut disusun secara terukur dengan mempertimbangkan latar belakang peserta yang berasal dari kalangan sipil.
Program tersebut, kata dia, tidak disamakan dengan pendidikan militer bagi prajurit. Ia menjelaskan bahwa latihan militer tersebut diperlukan untuk pembentukan mental karakter hingga kemampuan memecahkan masalah.
"Penekanannya bukan pada kemampuan tempur, melainkan pada pembentukan mental karakter, tanggung jawab, daya juang, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah," jelasnya.





