Penggarap film Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono, menilai Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) yang diberikan kepada manajer Koperasi Desa Merah Putih bukanlah pelatihan manajemen biasa.
Menurutnya, program ini justru menjadi strategi untuk menanamkan kultur militer ke dalam organisasi sipil.
"Latihan Dasar Kemiliteran untuk manajer Koperasi Merah Putih itu memang bukan untuk urusan capacity building. Gak usah repot-repot dibandingin sama Alfamart. Ini strategi menanamkan dominiasi militer terhadap ide supremasi sipil. Agar mereka selalu ingat siapa "superior" nya," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Minggu (28/6).
Dandhy menegaskan, pola semacam ini berpotensi memperkuat militerisme dalam kehidupan sipil, sehingga masyarakat sipil akan terus berada di bawah bayang-bayang dominasi militer.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama Kementerian Koperasi menyebut Latsarmil Komponen Cadangan (Komcad) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bertujuan membentuk karakter disiplin, kepemimpinan tangguh, serta kapasitas manajerial dalam mengelola ekonomi desa.
"Melalui latsarmil Komcad, peserta dibekali ilmu dan nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, integritas, semangat pengabdian, serta etos kerja yang kuat," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Kamis (18/6/2026).
Pelatihan ini berjalan secara bertahap selama total 45 hari:
Baca Juga: Kronologi Meninggalnya Nola Dya Sari di Latsarmil Kopdes Merah Putih: Sesak Napas Usai Belajar di Kelas
- 30 Hari Pertama: Berfokus pada pembinaan karakter, fisik, moral, dan kedisiplinan lewat Latihan Dasar Kemiliteran yang materi sipilnya sudah disesuaikan oleh Kemhan.
- 15 Hari Berikutnya: Berfokus pada materi teknis kompetensi bidang, seperti pelatihan manajerial koperasi, administrasi keuangan, dan pengelolaan sektor pertanian/nelayan yang diisi oleh narasumber sipil.





