Harga Emas Dunia Melemah 4 Pekan Beruntun

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Harga emas menguat pada Jumat (26/6/2026) lalu seiring pelemahan dolar dan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) sedikit mereda.

Harga Emas Dunia Melemah 4 Pekan Beruntun. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga emas menguat pada Jumat (26/6/2026) lalu seiring pelemahan dolar dan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) sedikit mereda menyusul rilis data inflasi.

Namun, harga emas mencatat penurunan mingguan selama empat pekan berturut-turut.

Baca Juga:
Melihat PGE Kamojang, Lapangan Panas Bumi Tertua yang Masih Produktif

Harga emas spot naik 1,53 persen menjadi USD4.088,38 per troy ons.

Dolar AS melemah dari level tertinggi terbarunya setelah data indeks inflasi yang menjadi acuan utama bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), dirilis pada Kamis.

Baca Juga:
Saham Bank dan Tambang Ini Paling Banyak Dilepas Asing Sepekan

Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS melonjak 4,1 persen dalam 12 bulan hingga Mei, sesuai dengan perkiraan ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada September berada di sekitar 59 persen, turun dibandingkan ekspektasi sebelumnya sebesar 64 persen, berdasarkan alat FedWatch milik CME Group.

Baca Juga:
Program Ekraf Digital Talent 2026 Hasilkan 2.043 Talenta AI, Jumlah Lulusan Lampaui Target

"Emas mengalami pemulihan moderat setelah mendapat tekanan jual pada awal pekan ini," kata analis pasar American Gold Exchange Jim Wyckoff, dikutip Reuters.

Kenaikan suku bunga dan kebijakan moneter yang lebih ketat mengurangi daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Kondisi tersebut biasanya mendorong kenaikan imbal hasil obligasi dan meningkatkan keuntungan dari aset berbasis bunga.

Harga emas spot sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari tujuh bulan pada awal pekan ini. Sepanjang pekan, harga emas tercatat turun 1,61 persen.

TD Securities dalam catatannya menyebutkan bahwa mengingat hubungan terbalik emas dengan kenaikan harga minyak maupun penguatan dolar AS, berlanjutnya penguatan pasar energi dapat memberikan tekanan tambahan terhadap logam mulia tersebut dalam beberapa bulan mendatang.

Di India, harga emas mulai diperdagangkan dengan premi pada pekan ini untuk pertama kalinya dalam satu setengah bulan terakhir setelah koreksi harga mendorong pembelian. Sementara itu, permintaan di China, konsumen emas terbesar dunia, masih lesu. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
InJourney Kebut Konsolidasi Hotel BUMN, Ini Tujuannya
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Peluang Korea Selatan Belum Mati! Ini 2 Syarat Krusial agar Taeguk Warriors Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Pramono Tegaskan Tak Ada Aturan Baru Ganjil Genap, Ini Penjelasan soal 28 Gerbang Tol
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Ayah Taufik Hidayat Ikhlas Jika Anaknya Dihukum Mati, Ngaku Kini Lega dan Tak Punya Beban
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Ada Tiket Gratis HUT DKI, Antrean Pengunjung di Ancol Mengular
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.