KOMPAS.TV - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti hilangnya tradisi tamu kos dan kontrakan lapor 1x24 jam kepada RT/RW usai mencuatnya kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami wanita Bandung berinisial YTR.
Menurut Dedi Mulyadi, kasus tersebut menjadi pelajaran bahwa tata kelola pemerintahan di tingkat bawah yang semakin melemah mengakibatkan sikap abai terhadap setiap peristiwa.
"Tradisi tamu lapor 1x24 jam hari ini sudah hilang, rata-rata para ketua RT, para ketua RW, tidak memiliki data siapa yang berkunjung," kata Dedi di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jumat (26/6/2026) (1:06).
Merespons agar kasus yang dialami YTR tak terulang, Dedi akan mengeluarkan surat edaran yang mengintruksikan kepada seluruh RT dan RW agar membangun sistem pendataan warga di lingkungannya masing-masing.
"Maka saya pastikan bahwa besok saya akan mengeluarkan surat edaran, itu intinya adalah instruksi pada seluruh jajaran RT/RW, walaupun itu adalah kewenangannya bupati/wali kota, untuk segera membuat sistem data di RT/RW-nya masing-masing," jelasnya.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Serahkan Uang Sayembara Rp250 Juta untuk Korban Penyekapan Taufik Hidayat
Penulis : Dian-Septina
Sumber : Kompas TV
- dedi mulyadi
- kasus penyekapan
- kasus penganiayaan
- kriminal
- penyekapan wanita bandung
- gubernur jabar





