Tantangan Kapolres Toraja Utara yang Baru: Mafia BBM dan Elpji, Judi, hingga Kasus Narkoba

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, TORAJA UTARA- Mutasi besar-besaran di lingkungan Polda Sulawesi Selatan juga menyasar Kapolres Toraja Utara. Kini dijabat oleh AKBP Yoseph Adi Rakhmat Sudrajat.

Pergantian ini datang di tengah maraknya kasus mafia bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji 3 kg yang sangat meresahkan masyarakat setempat. Ada juga kasus judi hinggga narkoba. Ini jadi tantangan bagi AKBP Joseph.

Mutasi yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335 hingga ST/1341 tanggal 25 Juni 2026, tidak hanya menyasar pejabat utama tetapi juga wakil direktur, auditor, kepala bagian, dan Kapolres di wilayah hukum Polda Sulsel.

Di Toraja Utara, jabatan Kapolres yang sebelumnya dipegang AKBP Stephanus Luckyanto Andry Wicaksono, kini diserahkan kepada AKBP Yoseph Adi Rakhmat Sudrajat, yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Muda Ditsamapta Polda Sumatera Utara.

Kasus mafia BBM dan elpiji 3 Kg menjadi sorotan utama di Toraja Utara. Praktik penimbunan dan penjualan BBM ke luar daerah seperti Enrekang, Pinrang, Luwu Raya, hingga Morowali di Sulawesi Tengah, menimbulkan keresahan mendalam di kalangan warga. Bahkan, ada dugaan keterlibatan oknum aparat dalam permainan ini yang semakin memperkeruh situasi.

Kanit Tipidter Polres Toraja Utara, Ipda Abdi Musrya, mengungkapkan bahwa identitas sopir pelansir BBM yang menggunakan mobil tangki dan jeriken sudah diketahui, meski pelaku belum berhasil ditangkap. Ia menambahkan bahwa kasus BBM yang kini mereka kawal telah naik tingkat sidik.

“Jadi ada kasus yang kami kawal, juga mengenai BBM ini sudah naik Sidik. Harap tetap awak media mengkawal dan memberikan kami semangat,” katanya saat dihubungi Minggu (28/6/2026).

Sementara itu, kekosongan BBM jenis Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU Toraja Utara telah terjadi selama dua hari terakhir, menjadi tantangan tersendiri bagi Kapolres baru untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas.

Selain mafia BBM dan elpiji, kasus narkoba dan judi juga menjadi sorotan masyarakat Toraja. Mantan Kasat Narkoba Polres Toraja Utara, AKP Arifan Efendi, bersama Kanit II Narkoba, Aiptu Nasrun, sebelumnya terjerat kasus menerima uang dari pengedar dan bandar narkoba. Dalam persidangan di Polda Sulsel, terungkap bahwa mereka sengaja membiarkan salah satu bandar narkoba bernama Kevin lolos dari penangkapan.

Kasus ini sangat merusak generasi muda dan pelajar di Toraja Utara. Ini mempertegas pentingnya penegakan hukum yang tegas dan transparan. (edy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penasihat Presiden Buka Suara Soal Efek BI Rate 5,75% ke Industri
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Politik sepekan, komisi 8 persen ojol dan alasan harus ikut latsarmil
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Serbu! Transmart Gelar Sapu Bersih Stock di 44 Gerai, Harga Spesial
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kriminolog Haniva Hasna Bahas Kasus Penganiayaan Caddy Golf oleh Kekasih | KOMPAS PETANG
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Anggaran Multiyears Bantu Cetak Atlet Akuatik Taraf Dunia
• 16 menit lalumedcom.id
Berhasil disimpan.