Jakarta, VIVA – Mobil bekas dengan harga di bawah Rp100 juta masih menjadi incaran banyak konsumen di Indonesia. Di antara berbagai pilihan yang ada, Daihatsu YRV menawarkan sesuatu yang berbeda berkat desain khas Jepang, fitur yang tergolong modern pada masanya, serta populasinya yang cukup langka.
Daihatsu YRV sempat dipasarkan secara resmi oleh PT Astra Daihatsu Motor pada awal 2000-an dalam kondisi Completely Built Up (CBU) dari Jepang. Masa penjualannya memang tidak lama, hanya sekitar 2001 hingga 2003, sehingga jumlah unit yang beredar di Indonesia relatif sedikit.
Kini, harga bekas Daihatsu YRV semakin terjangkau. Berdasarkan pantauan VIVA Otomotif di sejumlah platform jual beli mobil bekas, Minggu 28 Juni 2026, hatchback tersebut ditawarkan mulai sekitar Rp50 jutaan hingga Rp80 jutaan, tergantung tahun produksi, kondisi kendaraan, dan kelengkapan dokumen.
Unit dengan kondisi yang masih layak pakai umumnya dibanderol pada kisaran Rp55 juta hingga Rp65 juta. Sementara mobil yang terawat, minim modifikasi, dan masih menggunakan banyak komponen orisinal bisa dihargai mendekati Rp80 juta.
Salah satu daya tarik Daihatsu YRV adalah fitur yang cukup lengkap untuk ukuran mobil di awal 2000-an. Varian DLX bertransmisi otomatis sudah dibekali sistem Tiptronic yang memungkinkan pengemudi memindahkan gigi secara manual melalui tombol di lingkar kemudi, fitur yang saat itu masih jarang ditemui di kelas hatchback kompak.
Selain itu, YRV juga telah memiliki dual SRS airbag, power window, electric mirror, AC, hingga jok belakang yang dapat digeser untuk memberikan fleksibilitas ruang kabin maupun bagasi. Kelengkapan tersebut membuatnya masih terasa menarik meski usianya sudah lebih dari dua dekade.
Di balik kap mesinnya terdapat mesin bensin 1.300 cc berkode K3-VE yang mampu menghasilkan tenaga sekitar 86 daya kuda. Mesin ini juga digunakan pada sejumlah model Daihatsu dan Toyota di Indonesia sehingga ketersediaan suku cadang mekanis masih relatif mudah ditemukan.
Meski demikian, calon pembeli tetap perlu memeriksa kondisi transmisi otomatis, kaki-kaki, sistem pendingin mesin, serta memastikan tidak ada kerusakan pada komponen bodi maupun interior. Mengingat populasinya yang terbatas, beberapa suku cadang non-mekanis bisa lebih sulit didapat dibandingkan komponen mesin.





