Grid.ID – Kabar mengenai rencana pertemuan antara Ruben Onsu dan Sarwendah pada 11 Juli 2026 masih menjadi sorotan. Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, memberikan klarifikasi mengenai status agenda pertemuan tersebut.
"Tidak mediasi, kan sudah dikatakan itu undangan join meeting. Bukan mediasi," kata Minola Sebayan melalui sambungan zoom, Minggu (28/6/2026).
Sebelumnya, Ruben Onsu didampingi tim kuasa hukumnya telah mendatangi kantor KPAI di Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 22 Juni 2026. Langkah tersebut diambil untuk berkonsultasi sekaligus menyampaikan aduan resmi mengenai sulitnya akses bertemu anak serta adanya dugaan eksploitasi terhadap anak-anak mereka.
Di sisi lain, pihak Sarwendah juga telah mengadu ke KPAI terkait masalah nafkah anak yang sempat ditunda oleh Ruben.
Menurut pihak Ruben, fokus utama yang semestinya didalami oleh lembaga tersebut adalah laporan mengenai dugaan eksploitasi anak, bukan persoalan nafkah yang belakangan digulirkan. Minola berharap KPAI tidak kehilangan fokus akibat adanya dinamika isu yang berkembang di luar masalah utama.
"Tapi kan harus diperiksa dulu yang pertama kan, aduan yang pertama itu harus diperiksa terlebih dahulu kan. Terutama yang berkaitan dengan eksploitasi anak."
"Jadi jangan sampai dengan adanya perkembangan-perkembangan yang seperti tadi saya katakan itu membuat KPAI juga jadi tidak fokus pada apa yang harus dia lakukan," tegasnya.
Bagi pihak Ruben, dugaan eksploitasi anak merupakan persoalan serius yang memerlukan perhatian mendalam dari berbagai lembaga perlindungan anak.
"Semua pihak terkait juga sudah menyampaikan pernyataan, KPAI juga menyampaikan pernyataan, Komnas Anak juga sudah menyampaikan pernyataan. Jadi ini artinya inilah masalah yang terbesar, itu adalah eksploitasi anak itu," jelas Minola.
Diketahui pernikahan Ruben Onsu dan Sarwendah yang berlangsung pada 22 Oktober 2013 di Bali harus berakhir setelah 11 tahun membina rumah tangga. Konflik pasca-perceraian ini kembali memanas karena adanya silang pendapat mengenai hak asuh anak, pembagian waktu pertemuan, dan isu penghentian nafkah.
Ruben mengaku merasa dipersulit untuk bertemu anak-anaknya, sehingga ia sempat menghentikan pemberian nafkah sebagai bentuk aksi protes agar kesepakatan waktu berkumpul bersama anak dapat dipenuhi. Sebaliknya, Sarwendah membantah tudingan bahwa dirinya membatasi akses pertemuan antara Ruben dan buah hati mereka. (*)
Artikel Asli




