Kasus ART Tewas di Bogor, Kuasa Hukum Soroti Sejumlah Kejanggalan

tabloidbintang.com
5 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Penanganan kasus dugaan pembunuhan terhadap asisten rumah tangga (ART) berinisial RR di Perumahan Kota Wisata, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terus bergulir. Hingga kini, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh penyidik Polsek Cileungsi.

Kuasa hukum keluarga korban, Dolan Alwindo Colling, SH, mengatakan penyidik juga telah menggelar rekonstruksi kasus tersebut.

"Tiga orang tersangka dan telah ditahan serta pada tanggal 26 Juni 2026 telah dilakukan rekonstruksi sebanyak 33 adegan," kata Dolan kepada media, Minggu (28/6).

Berdasarkan keterangan kepolisian dan hasil rekonstruksi, peristiwa bermula pada Selasa, 26 Mei 2026 sekitar pukul 13.45 WIB. Saat itu, anak majikan berinisial HO alias Ade yang hendak berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta meminta korban mencari pengisi daya (charger) jam tangan miliknya. Namun, barang tersebut tidak ditemukan.

HO kemudian meminta tiga ART lain, yakni Faridawati Rusliani (F), Nia Ramadini, dan Yuliati (Y), membantu pencarian. Meski sudah dicari bersama, charger tersebut tetap tidak ditemukan.
Menurut Dolan, sehari setelahnya atau pada 27 Mei 2026.

Dolan Alwindo Colling, SH

"Kejadian penganiayaan terjadi di kamar majikan lantai dua, korban disuruh buka baju hanya menggunakan pakaian dalam, disiram air panas (dari water heater), dan dipukul menggunakan sebuah botol obat nyamuk pada bagian mulut dan wajah," jelas Dolan.

Penganiayaan disebut kembali terjadi pada 28 Mei 2026. Kali ini korban diduga dipukul menggunakan gagang sapu di area kamar mandi bawah oleh salah seorang tersangka.
Setelah mengalami serangkaian kekerasan, kondisi korban terus menurun. Namun, korban tidak mendapat pertolongan yang memadai hingga akhirnya diduga meninggal dunia pada 30 Mei 2026.

Dolan juga mengungkapkan, saat dugaan penganiayaan berlangsung pada 28 Mei, majikan berinisial SH disebut berada di rumah.
Pihak keluarga korban berencana meminta salinan hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. Selain itu, mereka juga akan mengajukan permintaan rekonstruksi ulang serta menyiapkan laporan polisi baru ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pembunuhan tersebut.

"Kami akan bersurat meminta hasil outopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban, setelah itu kami akan meminta kepada Polsek Cileungsi agar supaya melakukan rekonstruksi ulang dan yang terakhir kami sedang mempersiapkan laporan polisi baru di Polda Metro Jaya terkait peristiwa pidana dugaan pembunuhan korban," tegas Dolan.

Kuasa hukum keluarga juga menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam penanganan perkara. Mereka mempertanyakan kepastian waktu dan penyebab kematian korban, tidak adanya laporan polisi sejak awal kejadian, hingga proses pemulangan jenazah yang dinilai berlangsung cepat setelah autopsi.

Selain itu, mereka menyoroti dugaan tidak disitanya telepon seluler para tersangka maupun majikan, tidak dipasangnya garis polisi di lokasi kejadian sejak awal, serta belum dilakukannya pemeriksaan terhadap water heater yang diduga menyebabkan luka bakar parah pada korban. Menurut Dolan, alasan hilangnya charger jam tangan juga dinilai belum cukup menjelaskan mengapa tiga ART diduga bersama-sama melakukan penganiayaan terhadap korban.

Pihak keluarga berharap penyidik mengusut seluruh fakta yang belum terungkap, termasuk kemungkinan ada atau tidaknya pihak lain yang turut bertanggung jawab atas kematian korban
"Bagi kami sebagai kuasa hukum atau penasihat hukum keluarga korban ini bukan sebagai jawaban atas pembunuhan ini, kami berharap agar penyidik bisa menggali lebih banyak fakta-fakta yang belum terungkap dan atau masih menjadi tanda tanya dalam perkara ini," ungkapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PHK 2.500 Karyawan Pakerin Tak Terhindarkan, Pemerintah Siapkan Rp159 Miliar untuk Bayar Pesangon
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Program Ekraf Digital Talent 2026 Hasilkan 2.043 Talenta AI, Jumlah Lulusan Lampaui Target
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Kronologi Pelemparan Bom Molotov di Koja, Polisi Buru Pelaku yang Diduga Dipicu Cemburu | BERUT
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Minyak Mentah Anjlok di Bawah USD 70/Barel Usai Selat Hormuz Dibuka
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Kalapas Sebut Penempatan Sel Razman di Cipinang Sesuai UU dan SOP
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.