Pantau - Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani membahas perkembangan situasi di Timur Tengah melalui sambungan telepon pada Minggu (28/6/2026) menyusul eskalasi terbaru antara Amerika Serikat dan Iran yang memperburuk kondisi gencatan senjata yang masih rapuh.
Bahas Eskalasi dan Perkembangan KesepakatanKementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan pembicaraan kedua menteri juga membahas perkembangan terbaru di Timur Tengah setelah penandatanganan kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi Pakistan antara Amerika Serikat dan Iran.
Pembicaraan tersebut berlangsung setelah serangan terbaru Iran terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.
Bahrain menyatakan pada Minggu bahwa mereka "berhasil" mencegat dan menghancurkan "sejumlah" rudal dan drone Iran yang menyerang wilayahnya.
Sehari sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan telah menargetkan posisi Amerika Serikat di kawasan sebagai tanggapan atas serangan Amerika Serikat terhadap Iran.
Bahrain Apresiasi Peran PakistanDalam pembicaraan tersebut, Abdullatif bin Rashid Al Zayani menyampaikan ucapan selamat kepada Pakistan atas penandatanganan kesepakatan kerangka kerja Amerika Serikat-Iran yang dikenal sebagai Memorandum Kesepahaman Islamabad.
Al Zayani memuji peran "konstruktif" Pakistan dalam memfasilitasi kesepakatan tersebut.
Ia berharap kesepakatan itu dapat berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas jangka panjang di kawasan.
Ishaq Dar menyampaikan terima kasih atas "simpati hangat" yang diberikan Menlu Bahrain.
Dar menegaskan komitmen Pakistan untuk terus mempromosikan dialog dan diplomasi guna mewujudkan perdamaian dan stabilitas di kawasan maupun sekitarnya.
Pakistan disebut telah memainkan peran sentral sebagai mediator antara Amerika Serikat dan Iran dalam mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari.
Laporan ini bersumber dari Anadolu.




