Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, membekukan sementara proses perpanjangan izin operasional RS Leona Kefamenanu menyusul kasus meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha.
Kebijakan tersebut diambil hingga proses penyelidikan dan penanganan hukum terkait kasus dr. Icha dinyatakan selesai.
"Kami hentikan dulu proses administrasi perpanjangan izin RS Leona. Selama kasus yang menimpa dr. Icha belum terang dan selesai, tidak ada perpanjangan izin yang akan kami terbitkan," tegas Yosep, Minggu (29/6).
Menurut Yosep, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah sekaligus bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut.
Ia menegaskan, kebijakan itu bukan untuk menghentikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tetapi peringatan agar manajemen rumah sakit meningkatkan perlindungan terhadap tenaga medis.
"Rumah sakit bukan tempat yang boleh membuat dokter merasa takut, tertekan, atau tidak aman. Jika sistem pengamanan dan dukungan kerja di dalamnya lemah, maka kami wajib mengevaluasi," katanya.
Minta Dinas Kesehatan Lakukan EvaluasiYosep mengatakan Pemerintah Kabupaten TTU juga telah menginstruksikan Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap prosedur pelayanan pasien, kebijakan internal rumah sakit, hingga dukungan psikososial bagi tenaga kesehatan setelah insiden dugaan intimidasi yang dialami dr. Icha.
Ia juga meminta manajemen RS Leona menyerahkan laporan lengkap mengenai kronologi kejadian, langkah yang telah dilakukan, serta rencana perbaikan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Menurut Yosep, pembekuan proses administrasi perpanjangan izin operasional baru akan dicabut setelah penyelidikan kepolisian selesai, proses hukum berjalan, dan rumah sakit memenuhi seluruh rekomendasi perbaikan dari Dinas Kesehatan Kabupaten TTU.
Keluarga Sambut BaikPihak keluarga dr. Icha menyambut baik keputusan tersebut. Paman dr. Icha, Fabi Banase, berharap langkah pemerintah daerah menjadi awal perbaikan perlindungan terhadap tenaga kesehatan.
"Kami harap pembekuan ini menjadi awal perubahan agar tenaga medis ke depan bisa bekerja dengan tenang dan terlindungi, seperti yang seharusnya," ujar Fabi.
Sebelumnya, meninggalnya dr. Icha menjadi perhatian publik setelah keluarga menduga dokter muda tersebut mengalami tekanan psikologis akibat dugaan intimidasi saat bertugas menangani pasien di IGD RS Leona Kefamenanu. Dugaan tersebut masih didalami kepolisian bersama sejumlah pihak terkait.





