jpnn.com, PALEMBANG - Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menegaskan validitas data penerima manfaat menjadi kunci utama keberhasilan Program Sekolah Rakyat.
Hal ini krusial agar bantuan pendidikan dari pemerintah benar-benar diterima oleh anak-anak dari keluarga miskin yang berhak.
BACA JUGA: Kritik Pelibatan Taruna Akmil Didik Pelajar Sekolah Rakyat, Amnesty: Harus Dibatalkan
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh anak Indonesia dalam memperoleh pendidikan.
Menurut dia, ketepatan data menjadi fondasi utama agar program dapat menjangkau anak-anak dari keluarga yang benar-benar membutuhkan, sehingga tujuan pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan sekaligus mengentaskan kemiskinan dapat tercapai.
BACA JUGA: Perluas Akses Pendidikan, Pemerintah Integrasikan Sekolah Rakyat, Sekolah Negeri, Sekolah Garuda
“Program ini dimulai dengan kejujuran data, kejujuran penerima manfaat, dan kejujuran semua pihak yang diberi tanggung jawab agar tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat," kata Mensos saat meninjau kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Budi Perkasa Palembang (SRMA 7) di Palembang, Minggu.
Saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 116 titik di berbagai daerah di Indonesia dengan memanfaatkan gedung milik pemerintah, termasuk SRMA 7 Palembang yang menggunakan aset Kementerian Sosial sebagai lokasi sementara.
BACA JUGA: Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II
Pemerintah juga tengah menyiapkan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat yang mampu menampung lebih dari 1.000 siswa mulai jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Pada Tahun 2026, jumlah peserta didik Sekolah Rakyat ditargetkan bertambah sekitar 30 ribu siswa, sehingga total penerima manfaat mencapai sekitar 45 ribu siswa secara nasional.
Seluruh peserta didik Sekolah Rakyat berasal dari keluarga pada desil 1 atau kelompok masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi paling rendah.
Program Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan gratis, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pemberdayaan keluarga penerima manfaat.
"Orang tuanya juga harus diberdayakan, sehingga Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan," ujarnya.
Khusus di Sumatera Selatan, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat saat ini berlangsung di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kabupaten Ogan Ilir, dan Kabupaten Empat Lawang. Sementara untuk Kota Palembang masih dalam tahap penyediaan dan pembebasan lahan.
Secara nasional, pemerintah juga sedang membangun 104 gedung permanen Sekolah Rakyat. Ke depan, pemerintah menargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki sedikitnya satu Sekolah Rakyat permanen yang mampu menampung sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD hingga SMA.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean



