Mengulas Sejarah Masjid Qiblatain, Tempat Berpindahnya Arah Kiblat Umat Islam  

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Oleh: Fernan Rahadi, dari Madinah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, Masjid Qiblatain menjadi salah satu destinasi sejarah yang paling sering dikunjungi jamaah saat berada di Kota Madinah. Hal ini seiring menjadi penanda berpindahnya arah kiblat umat Islam dari sebelumnya mengarah ke Baitul Maqdis di Palestina menjadi ke Ka’bah di Makkah.

"Masjid ini sebenarnya juga dikenal sebagai Masjid Bani Salimah, karena di zaman Nabi Muhammad SAW dahulu, daerah ini merupakan kawasan permukiman dari Bani Salimah," ujar tour guide Indonesia di Madinah, Ibrahim Al Haq.

Baca Juga
  • Syaharani Hidupkan Nuansa Broadway di Gedebage Jazz Festival International 2026
  • Iran Hantam Delapan Pangkalan AS di Teluk
  • Gelar S1 tak Lagi Cukup? S2 Universitas Nusa Mandiri Jadi Jawaban Hadapi Persaingan Kerja

Ia menambahkan bahwa keturunan dari Bani Salimah merupakan salah satu kaum yang menjadi pendukung setia perjuangan Rasulullah SAW sewaktu berada di Madinah. Secara geografis, letak tempat ibadah bersejarah ini berjarak sekitar 4 kilometer dari Masjid Nabawi.

Lantaran lokasinya yang dirasa agak jauh pada masa itu, Bani Salimah sempat berniat untuk pindah rumah ke sekitar lingkungan Masjid Nabawi agar bisa selalu dekat dengan Rasulullah SAW. Namun, Rasulullah SAW meminta mereka untuk tetap tinggal di sana.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Beliau menenangkan mereka dengan menjelaskan bahwa jika mereka harus berjalan jauh menuju Masjid Nabawi, maka pahala yang didapat justru akan semakin banyak seiring dengan setiap langkah kaki yang dilalui.

 

 

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penjualan AC dan Kipas Angin di Paris Melonjak Imbas Gelombang Panas
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Rumah Seharusnya Menjadi Tempat Paling Aman Bagi Anak
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Demam Hyrox: Mengapa Ribuan Orang Rela Merogoh Jutaan Rupiah demi Bertanding?
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Siap-Siap! Bakal Ada Pengumuman Penting Buat RI Pekan Depan
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dosen FK Unibos Ajak Masyarakat Bentuk Keluarga Bebas Narkoba
• 6 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.