Land Rover Tarik Ratusan Ribu Unit Mobil Akibat Cacat Komponen Airbag

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Keselamatan Jalan Raya Nasional AS (NHTSA) secara  mengumumkan penarikan kembali (recall) massal yang melanda Land Rover menyusul diterbitkannya perintah penghentian penjualan (stop sale order) akibat cacat pada komponen kantong udara (airbag).

Kebijakan darurat ini berdampak langsung pada 250.857 unit kendaraan, mencakup model Defender produksi 2020-2026, Discovery produksi 2021-2026, dan Range Rover produksi 2022-2026.

Menurut keterangan otoritas pemerintah, jajaran mobil mewah tersebut memiliki masalah pada konektor clockspring airbag pengemudi yang rentan mengalami korosi, sehingga berpotensi membuat kantong udara mengembang secara tidak sempurna atau bahkan gagal berfungsi sama sekali saat terjadi benturan.

Investigasi internal pabrikan asal Inggris ini sejatinya telah bergulir sejak Agustus 2025 setelah manajemen mendeteksi adanya lonjakan klaim garansi terkait aktifnya lampu peringatan airbag. Pemeriksaan forensik terhadap komponen yang dikembalikan menemukan adanya kandungan oksida pada pin konektor clockspring.

Pihak pabrikan mendeteksi adanya korosi gesek (fretting corrosion) dan menentukan kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan hambatan pada sirkuit airbag pengemudi, yang berpotensi mengakibatkan airbag gagal mengembang saat dibutuhkan.

Sejauh ini, Land Rover belum menerima laporan mengenai kegagalan fungsi airbag di pasar Amerika Serikat. Hasil analisis teknis menunjukkan lampu indikator peringatan akan menyala setidaknya 300 hingga 400 mil (483-644 km) sebelum potensi kegagalan sistem itu benar-benar terjadi, sehingga memberikan waktu yang cukup bagi pengemudi untuk menyadari adanya kerusakan menurut laporan Carcoops, dikutip Minggu (28/6/2026).

Baca Juga

  • Jaguar Land Rover Diretas Hacker Rusia, Kerugian Ekonomi Tembus Rp44,6 Triliun
  • Jaguar Land Rover Rugi Rp3,67 Triliun Imbas Serangan Siber, Operasional Terganggu
  • Penampakan 11 Mobil Ketum PP Japto yang Disita KPK: Rubicon hingga Land Rover

Sebelumnya, Land Rover juga sempat ikut terdampak krisis global akibat inflator airbag buatan Takata Corporation. Komponen kimia propelan di dalam inflator tersebut dapat rusak jika sering terpapar suhu panas dan kelembapan tinggi. Akibatnya, saat mobil mengalami kecelakaan, airbag bisa mengembang dengan daya ledak berlebih dan memecahkan tabung logam di dalamnya, menyemburkan serpihan besi tajam ke kabin.

Hal ini berdampak pada lebih dari 17.000 unit Jaguar Land Rover secara global, termasuk model lawas seperti Range Rover L322 produksi tahun 2007–2012 .


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akuntabilitas Jadi Sorotan, Warga NU Minta Muktamar 2026 Jadi Titik Balik Reformasi PBNU
• 6 jam laludisway.id
thumb
Veda gagal finis di Moto3 Belanda, Quiles keluar sebagai pemenang
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Said Iqbal Bakal Surati Purbaya, Minta Pajak JHT dan THR Dihapus
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kevin De Bruyne Ingatkan Timnas Belgia: Turnamen yang Sebenarnya Baru Dimulai
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Veda Ega Gagal Finis di Moto3 Belanda 2026, Sempat Tembus Posisi Dua Sebelum Terjatuh
• 7 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.