HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–ACO alias IAS (Ilham Arief Sirajuddin) mendapat dukungan dari kalangan sepuh. Termasuk dari Ketua DPD II Golkar Soppeng, A Kaswadi Razak.
Kaswadi alias Pung Dulli merupakan Bupati Soppeng 2015-2024 alias dua periode. Dia menyampaikan, dirinya paham betul makna diskresi. Itu adalah tanda bahwa DPP memberi ruang besar kepada IAS, dan itu juga yang membawa dirinya hadir dalam pertemuan tersebut.
”Ini bukan berarti kami meninggalkan Appi. Kami konsisten dukungan awalnya di Appi, tentu bukan harga mati. Kesepakatan kita, apabila ada keinginan lain dari DPP, maka kami tentu secara otomatis loyal kepada DPP,” ucap Kaswadi.
Kaswadi juga tetap berkomunikasi dengan Appi. Sebagai kader Golkar, kata dia, Appi tentu sudah mengetahui apa yang terjadi dan dia sudah paham keputusan apa yang harus diambil.
”Saya sudah sampaikan ke beliau setelah kegiatan di Soppeng. Saya juga berkomunikasi dengan beliau, sebelum diskresi sudah paham, karena formatnya berbeda,” ucapnya.
Dia juga membantah menjadi bagian dari loyalis garis keras Appi. Dinamika seperti ini sudah biasa terjadi di internal Golkar dan para kader sudah memahami terkait dengan konsekuensinya.
”Bukan garis keras, kami sama semua, kapasitas kami sama. Cuma saya, kan, sangat memahami dinamika di Golkar itu sudah biasa, dan pengalaman kami selama di Golkar sudah bisa membaca tanda-tanda yang perlu kita sikapi, tidak perlu secara vulgar dijelaskan,” ucapnya.
Pung Dulli tidak mengajak DPD II yang lain untuk mendukung IAS. Alasannya, hal itu merupakan hak bagi masing-masing DPD untuk menentukan sikap sendiri.
”Itu hak DPD II masing-masing. Yang jelas bagi kami itu merupakan suatu keputusan, menandai setelah diserahkan diskresi secara langsung oleh Ketum, didampingi Sekjen, Bendum dan beberapa wakil ketua, itu sudah hal yang sangat luar biasa, tidak lazimnya penyerahan diskresi diserahkan langsung ketum,” kata dia.
Kaswadi juga menegaskan, dirinya tahu persis seperti apa kualitas dan kemampuan IAS. Sehingga, dia yakin betul IAS bisa membawa perubahan untuk Golkar Sulsel.
”Saya dengan beliau sudah lama sama-sama. Saya tahu persis bagaimana pola kepemimpinan beliau, karakter beliau, kami sangat paham sekali,” tutupnya. (wid/zuk)





