Babi Hutan dan Monyet Teror Ladang Petani Badui

liputan6.com
1 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Kawanan babi hutan dan monyet menyerbu ladang milik petani Badui di Blok Cicuraheum, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak, Banten. Serangan satwa liar tersebut merusak tanaman di lahan seluas sekitar lima hektare, yang menyebabkan petani mengalami kerugian.

"Kami mestinya dari usaha pertanian ladang menghasilkan pendapatan Rp25 juta, namun kini merugi karena tanaman rusak akibat serangan binatang itu," kata Sarja (50) seorang petani Badui seperti dilansir dari Antara, Minggu (28/6/2026).

Advertisement

BACA JUGA: Harga Pupuk Turun, Petani dari Aceh hingga Kalimantan Untung

Diceritakan, kawanan monyet datang pukul 12.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB berkelompok antara 20 sampai 30 ekor menyerang tanaman pertanian pisang, singkong, ubi, jagung, tiwu endog, cabai dan lainnya sekitar pukul 01.10 WIB sampai pukul 03.00 WIB dini hari.

Sementara, serangan babi hutan pada dini hari sekitar pukul 02.00 sampai 03.30 WIB.

Serangan kawanan babi hutan dan monyet tidak hanya mengakibatkan kerusakan tanaman, tetapi juga menimbulkan rasa takut di kalangan petani Badui. Mereka khawatir karena satwa liar tersebut dapat melawan saat diusir dari area pertanian.

"Kami tidak berani melakukan pencegahan terhadap binatang itu, karena khawatir diserang kawanan satwa itu," kata Sarja.

Menurut dia, sekitar lima petani Badui yang menggarap ladang seluas lima hektare di Blok Cicuraheum, Kecamatan Gunungkencana, mengalami kerugian akibat serangan babi hutan dan monyet.

Para petani bahkan terpaksa memanen tanaman lebih awal untuk menghindari kerusakan yang lebih parah, karena khawatir hasil panen akan dimakan satwa liar tersebut jika dibiarkan hingga matang.

Ia mengatakan, serangan kawanan monyet dan babi hutan telah berlangsung selama dua bulan terakhir dan menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi para petani.

 

"Kami hanya pasrah dan kemungkinan serangan binatang itu sudah saatnya merusak tanaman pertanian palawija dan hortikultura," tutur Sarja.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komplotan Pencuri Tembaga Menara PLN di Mamuju Ditangkap, Raup Rp80 Juta
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Teken MoU dengan CTARSA Foundation
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Petani Minta Program B50 Tak Terburu-buru, Bisa Turunkan Harga Sawit
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Lelang Barang Rampasan Korupsi Juni 2026, KPK Kantongi Rp39,8 Miliar
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Usulan Aturan Outsourcing: BUMN Bentuk Anak Usaha Khusus, Swasta Hanya Boleh 4 Sektor
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.