REPUBLIKA.CO.ID, MANADO, – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, Rima Lolong, mengumumkan bahwa cakupan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayahnya telah mencapai 99,1 persen dari total penduduk per 31 Desember 2025. Pencapaian ini menandakan hampir seluruh warga dari total 2.631.346 jiwa kini terlindungi jaminan kesehatan.
"Hampir seluruh warga Sulawesi Utara kini sudah terlindungi oleh jaminan kesehatan," ujar Rima di Manado, Minggu. Dari total angka kepesertaan tersebut, tingkat keaktifan peserta berada di angka 81,4 persen pada periode yang sama.
Dukungan Penuh Elemen Masyarakat
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Pencapaian membanggakan ini disebut Rima berkat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat di provinsi ujung utara Sulawesi. Sebagai buah dari kerja keras tersebut, Sulawesi Utara berhasil meraih penghargaan prestisius di awal tahun, yaitu Universal Health Coverage (UHC) Award pada tanggal 27 Januari 2026 yang lalu.
"Penghargaan tersebut bukanlah sekadar apresiasi semata, melainkan jaminan nyata bahwa pemerintahan hadir untuk kesehatan masyarakat," tegasnya.
Pentingnya Pencegahan Penyakit
Dokter Rima menambahkan, semakin tinggi cakupan kepesertaan JKN harus diimbangi dengan upaya pencegahan penyakit yang lebih masif. Ia menekankan agar masyarakat tidak hanya peduli pada kesehatan saat sudah jatuh sakit.
"Karena itu, di sinilah pentingnya program pengelolaan penyakit kronis atau Prolanis," katanya menambahkan. Program ini diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan secara berkelanjutan.