Bisnis.com, JAKARTA — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk mencalonkan diri sebagai Sekretaris Jenderal NATO setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai pemimpin Inggris.
Laporan The Telegraph menyebut Starmer mulai menjajaki peluang memimpin aliansi pertahanan tersebut ketika masa jabatan Sekjen NATO saat ini, Mark Rutte, berakhir pada 2028.
Sumber yang mengetahui pembahasan itu menyebut Starmer menilai pengalaman diplomasi dan kepemimpinannya selama menjabat perdana menteri menjadi modal penting untuk memimpin NATO.
Prospek tersebut muncul ketika Starmer memasuki pekan-pekan terakhir masa jabatannya sebagai perdana menteri. Di tengah transisi kepemimpinan di Partai Buruh, dia disebut berupaya memperkuat warisan kebijakannya, terutama di bidang pertahanan dan hubungan luar negeri.
Selama menjabat, Starmer dikenal sebagai salah satu pemimpin Eropa yang vokal mendukung Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia. Pemerintah Inggris juga mendorong peningkatan belanja pertahanan dan memperkuat kerja sama dengan negara-negara anggota NATO sebagai bagian dari strategi keamanan kawasan.
Laporan media Inggris menyebut peluang Starmer memimpin NATO akan bergantung pada dukungan negara-negara anggota ketika masa jabatan Rutte berakhir pada 2028.
Baca Juga
- Keir Starmer Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris di Tengah Tekanan Politik Internal
- Kenalan dengan Rudal Murah Milik Inggris untuk Tangkal Drone Shahed Iran
- Trump Ancam Tarif Tinggi ke Inggris Gara-Gara Pajak Digital
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Downing Street maupun NATO mengenai kemungkinan pencalonan tersebut.
Di sisi lain, pemerintah Inggris tengah berupaya merampungkan Defence Investment Plan sebelum penyelenggaraan KTT NATO pada awal Juli. Dokumen tersebut dipandang sebagai salah satu warisan utama Starmer di bidang pertahanan menjelang berakhirnya masa kepemimpinannya.
Sejumlah pengamat menilai rekam jejak Starmer dalam memperkuat hubungan Inggris dengan sekutu Eropa pasca-Brexit serta komitmennya terhadap NATO dapat menjadi nilai tambah apabila benar mencalonkan diri sebagai Sekjen NATO.
Namun, proses pemilihan jabatan tersebut membutuhkan konsensus seluruh negara anggota aliansi sehingga persaingan diperkirakan berlangsung ketat.





