Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah akan mulai menyalurkan program bantuan sosial (bansos) pangan dalam bentuk beras sebesar 10 kilogram kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM) pada Juli 2026 hingga September 2026 atau selama 3 bulan.
Bansos pangan yang akan menyasar kelompok masyarakat desil terbawah, yakni desil 1-3 itu akan memanfaatkan cadangan beras pemerintah hampir seberat 1 juta ton.
"Ya jadi per keluarga penerima manfaat itu kan 10 kilogram. Nah itu keluarganya sekitar 32 juta. Jadi per bulannya 320 ribu, berarti dalam 3 bulan hampir 1 juta," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam program Economic Update 2026 CNBC Indonesia, dikutip Senin (29/6/2026).
Melalui kebijakan ini, pemerintah percaya diri tekanan inflasi pangan dapat diredam. Sebagaimana diketahui, inflasi bahan pangan bergejolak alias volatile food pada Mei 2026 mencapai 6,24%, jauh di atas angka inflasi umum sebesar 2,59%.
"Inflasi tentu kita melihat harga pangan kita jaga, karena suplainya relatif bisa tinggi. Contoh beras kita berdasarkan data yang ada di Bulog kita punya 5 juta stok. Oleh karena itu kita akan keluarkan untuk bantuan sosial pangan 3 bulan ke depan," papar Airlangga.
Sebagai informasi, bantuan beras 10kg untuk 33,24 juta penerima selama 3 bulan mulai Juli 2026 ini akan memanfaatkan anggaran Rp 17,54 triliun belum termasuk biaya operasional.
Nilai anggaran itu pun lebih tinggi dibanding periode penyaluran Februari-Maret 2026 yang senilai Rp 11,92 triliun, meskipun dari sisi keluarga penerima manfaat tetap sebesar 33,2 juta.
(arj/arj) Add as a preferred
source on Google




