Jakarta, VIVA – Nyeri pinggang yang tak kunjung reda maupun munculnya darah dalam urine sering kali dianggap sebagai keluhan biasa. Padahal, kedua kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya kanker ginjal, terutama jika disertai gejala lain yang berlangsung terus-menerus. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan sinyal yang diberikan tubuh dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan tersebut.
Peringatan Hari Kanker Ginjal Sedunia menjadi pengingat penting akan perlunya meningkatkan kesadaran terhadap penyakit ini. Meski belum termasuk jenis kanker dengan angka kejadian tertinggi di Indonesia, jumlah kasus kanker ginjal terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.
Meningkatnya prevalensi obesitas, hipertensi, penyakit metabolik, serta bertambahnya usia harapan hidup masyarakat menjadi sejumlah faktor yang turut berkontribusi terhadap kenaikan kasus tersebut.
dr. Fristly Nasri mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam penanganan kanker ginjal adalah penyakit ini sering berkembang tanpa gejala pada fase awal. Akibatnya, banyak pasien baru mengetahui kondisinya ketika kanker sudah memasuki stadium lanjut.
“Deteksi dini menjadi kunci penting dalam penanganan kanker ginjal. Beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan antara lain obesitas, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga, serta penyakit ginjal kronis. Masyarakat perlu menerapkan pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan agar risiko penyakit dapat diketahui lebih awal,” jelas dr. Fristly Nasri, dalam keterangannya, dikutip Senin 29 Juni 2026.
Fungsi Ginjal Sangat Penting bagi Tubuh
Ginjal merupakan salah satu organ vital yang berperan menjaga keseimbangan berbagai fungsi tubuh. Selain menyaring limbah dan racun melalui urine, ginjal juga bertugas mengatur keseimbangan cairan, kadar elektrolit, mengontrol tekanan darah, hingga membantu proses pembentukan sel darah merah.
Jika fungsi ginjal mengalami kerusakan berat, dampaknya tidak hanya terbatas pada sistem kemih. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penumpukan racun dalam tubuh, anemia, gangguan kesehatan tulang, bahkan gagal ginjal yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa.
Siapa yang Berisiko Mengalami Kanker Ginjal?
Menurut dr. Fristly, hingga saat ini belum tersedia program skrining rutin kanker ginjal bagi seluruh masyarakat sebagaimana pemeriksaan kanker payudara atau kanker usus. Meski demikian, deteksi dini tetap memungkinkan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan berkala.





