Kemarau Diprediksi Menguat, BPBD Indramayu Siagakan Pasokan Air Bersih

republika.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- BPBD Kabupaten Indramayu mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Langkah antisipasi dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi apabila terjadi kekeringan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Indramayu Agus Yani mengatakan, BPBD telah berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk menyiapkan pasokan air bersih bagi wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan.

Baca Juga
  • BMKG Keluarkan Peringatan, Kemarau Panjang Segera Datang
  • Musim Kemarau, Warga Jatayu Bandung Rela Rogoh Kocek demi Air Bersih
  • Puncak Kemarau Diprediksi Agustus, PJT II Siapkan Pasokan Air untuk Sawah Pantura

"Kami bersama PDAM juga sudah menyiapkan skenario penanggulangan bencananya," ujar Agus.

Selain memastikan ketersediaan air bersih, BPBD juga menyiagakan armada mobil tangki beserta personel. Bantuan akan segera didistribusikan apabila terdapat laporan mengenai wilayah yang mengalami krisis air bersih.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut Agus, langkah kesiapsiagaan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung lebih kering dengan curah hujan di bawah normal.

BMKG juga memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Juli hingga September 2026 sehingga pemerintah daerah mulai memperkuat langkah mitigasi sejak dini.

Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Indramayu menyatakan belum menerima laporan adanya wilayah yang mengalami kekeringan maupun krisis air bersih. Karena itu, distribusi bantuan air bersih secara massal belum dilakukan.

Meski demikian, seluruh sarana, prasarana, dan personel telah disiapkan agar dapat segera dikerahkan apabila kondisi darurat terjadi.

"Intinya, kami sudah bersiaga, sehingga personel maupun sarana dan prasarana siap dikerahkan saat terjadi bencana kekeringan, meski tidak berharap bencana itu terjadi," kata Agus.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ASN Tewas dalam Mobil di Bandara Juanda, Pengacara Update soal Pria Misterius
• 8 jam laludetik.com
thumb
Komisi I DPR Larang Draf RUU Keamanan dan Ketahanan Siber Dibuka ke Publik
• 22 menit lalukompas.id
thumb
Cara Kerja Blind Spot Warning Mitsubishi, Bantu Kurangi Risiko Kecelakaan
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
100 Pemilih Logo HUT ke-81 RI Dapat Dana Pendidikan Rp8,1 Juta dari Pemerintah
• 4 jam laludisway.id
thumb
Pemkab Sigi pastikan akurasi data korban gempa lewat uji publik
• 8 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.