Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai melakukan uji publik terhadap data hasil verifikasi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sigi di lokasi bencana gempa bumi yakni Nokilalaki dan Palolo.
"Kami sudah memerintahkan setiap kepala desa dan camat di dua wilayah tersebut untuk melakukan uji publik terhadap data yang ada pada Pusdalops PB Kabupaten Sigi," kata Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi di Dolo, Senin.
Ia mengemukakan tujuan uji publik ini merupakan bentuk keterbukaan kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi dengan kategori rumah rusak berat di Palolo dan Nokilalaki.
Menurut dia, seluruh data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kabupaten Sigi diserahkan kembali ke masing-masing desa dan kecamatan agar dilakukan uji publik secara terbuka.
"Jadi saat ini yang diprioritaskan adalah rumah rusak berat karena segera akan dibangun hunian sementara (Huntara)," ucapnya.
Ia menuturkan nantinya masyarakat yang tinggal di huntara akan menerima bantuan jaminan hidup (Jadup) dari Kementerian Sosial dengan nominal Rp15 ribu per jiwa selama 90 hari.
"Tentunya bantuan jaminan hidup ini hanya diberikan kepada masyarakat dengan kategori rumah rusak berat yang dibangunkan huntara sehingga data rumah rusak berat ini yang dilakukan uji publik," sebutnya.
Samuel menyebutkan uji publik ini untuk memastikan data yang ada di Pusdalops sudah valid, akurat dan tepat sasaran.
"Bagi masyarakat silakan komplain apabila ada nama yang tertera dan menurut masyarakat rumah yang bersangkutan tidak mengalami rusak berat atau warga itu bukan domisili di daerah tersebut," kata dia.
Pemkab Sigi hanya melakukan uji publik ini selama 1 hari yakni tanggal 29 Juni 2026.
"Apabila sampai sore hari tidak ada komplain maka seluruh data di Pusdalops dianggap valid untuk dapat digunakan," ujarnya.
Berdasarkan data Satgas Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Sigi hingga Minggu (28/6), pukul 17.00 WITA, bahwa total rumah rusak mencapai 3.439 unit terdiri dari rusak berat 281 unit, rusak sedang 1.191 unit dan rusak ringan 1.967 unit.
Baca juga: Tangani dampak gempa, BNPB perbaiki infrastruktur darurat di Sigi
Baca juga: BNPB percepat pembangunan 50 huntara di Nokilalaki Sigi
Baca juga: BPBD catat 118 infrastruktur di Kota Palu rusak dampak gempa 6,7 M
"Kami sudah memerintahkan setiap kepala desa dan camat di dua wilayah tersebut untuk melakukan uji publik terhadap data yang ada pada Pusdalops PB Kabupaten Sigi," kata Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi di Dolo, Senin.
Ia mengemukakan tujuan uji publik ini merupakan bentuk keterbukaan kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi dengan kategori rumah rusak berat di Palolo dan Nokilalaki.
Menurut dia, seluruh data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kabupaten Sigi diserahkan kembali ke masing-masing desa dan kecamatan agar dilakukan uji publik secara terbuka.
"Jadi saat ini yang diprioritaskan adalah rumah rusak berat karena segera akan dibangun hunian sementara (Huntara)," ucapnya.
Ia menuturkan nantinya masyarakat yang tinggal di huntara akan menerima bantuan jaminan hidup (Jadup) dari Kementerian Sosial dengan nominal Rp15 ribu per jiwa selama 90 hari.
"Tentunya bantuan jaminan hidup ini hanya diberikan kepada masyarakat dengan kategori rumah rusak berat yang dibangunkan huntara sehingga data rumah rusak berat ini yang dilakukan uji publik," sebutnya.
Samuel menyebutkan uji publik ini untuk memastikan data yang ada di Pusdalops sudah valid, akurat dan tepat sasaran.
"Bagi masyarakat silakan komplain apabila ada nama yang tertera dan menurut masyarakat rumah yang bersangkutan tidak mengalami rusak berat atau warga itu bukan domisili di daerah tersebut," kata dia.
Pemkab Sigi hanya melakukan uji publik ini selama 1 hari yakni tanggal 29 Juni 2026.
"Apabila sampai sore hari tidak ada komplain maka seluruh data di Pusdalops dianggap valid untuk dapat digunakan," ujarnya.
Berdasarkan data Satgas Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gempa Bumi Sigi hingga Minggu (28/6), pukul 17.00 WITA, bahwa total rumah rusak mencapai 3.439 unit terdiri dari rusak berat 281 unit, rusak sedang 1.191 unit dan rusak ringan 1.967 unit.
Baca juga: Tangani dampak gempa, BNPB perbaiki infrastruktur darurat di Sigi
Baca juga: BNPB percepat pembangunan 50 huntara di Nokilalaki Sigi
Baca juga: BPBD catat 118 infrastruktur di Kota Palu rusak dampak gempa 6,7 M



