CARACAS - Seorang ayah dan putranya berhasil dikeluarkan hidup-hidup dari reruntuhan bangunan, empat hari setelah gempa bumi dahsyat yang melanda Venezuela. Pemandangan itu memberi harapan kepada para petugas penyelamat yang aktif di daerah tersebut saat mereka berpacu dengan waktu untuk menemukan lebih banyak korban selamat.
Para petugas penyelamat membawa keduanya, yang tampak lemah dan sama-sama mengenakan masker, di atas tandu kain darurat melalui jalan-jalan yang dipenuhi puing-puing menuju ambulans yang menunggu, sementara kerumunan orang berkumpul di sekitar kendaraan darurat di La Guaira.
Negara bagian pesisir itu paling parah terkena dampak gempa bumi pada Rabu (24/6/2026) yang menewaskan setidaknya 1.450 orang dan menyebabkan ribuan lainnya hilang.
Penyelamatan mereka terjadi setelah 12 jam upaya telaten oleh tim Amerika Serikat (AS) dan Prancis yang menyisir reruntuhan menggunakan kamera pencarian khusus, dengan hati-hati bekerja melalui puing-puing yang tidak stabil untuk mencapai para korban yang terjebak.
"Mereka sangat lemah, seperti halnya pasien yang terjebak di bawah reruntuhan selama empat hari, jadi kami melakukan segala yang mungkin untuk menghidrasi mereka dan memberikan berbagai obat selama proses evakuasi yang berjalan sangat lambat," kata seorang anggota Keamanan Sipil Prancis, sebagaimana dilansir Reuters.
Berpacu dengan Waktu




