EtIndonesia.com Pada 26 Juni sore, sebuah pesawat kecil dilaporkan menabrak CITIC Tower (China Zun), gedung tertinggi di Beijing. Insiden tersebut mengakibatkan beberapa orang mengalami luka-luka dan para penghuni gedung dievakuasi secara darurat. Rekaman video dari lokasi kejadian kemudian beredar luas di media sosial. Sejumlah warganet juga melontarkan sindiran bahwa larangan terbang yang diterapkan pemerintah Tiongkok “gagal total”.
Pesawat Menabrak Gedung Tertinggi di BeijingGedung yang ditabrak adalah CITIC Tower (China Zun) yang berada di kawasan Central Business District (CBD), Distrik Chaoyang, Beijing. Dengan tinggi 528 meter, gedung ini merupakan bangunan tertinggi di ibu kota Tiongkok.
Sejumlah video yang beredar di platform media sosial X memperlihatkan banyak karyawan dari gedung-gedung di sekitar lokasi menyaksikan langsung peristiwa tersebut dan merekamnya menggunakan telepon genggam.
Dalam beberapa rekaman terdengar orang-orang berteriak:
“Pesawat jatuh!”
“Terbakar!”
Video tersebut memperlihatkan bagian ekor pesawat serta sejumlah puing jatuh dari ketinggian. Dinding kaca luar gedung pecah akibat benturan, sementara asap tebal terlihat membumbung dari bagian bawah gedung yang terbakar.
Penghuni Gedung DievakuasiVideo lain menunjukkan bahwa setelah tabrakan terjadi, para pekerja di dalam CITIC Tower segera dievakuasi.
Mereka tampak berlari menuruni tangga darurat dan berkumpul di area terbuka di depan gedung.
Beberapa mobil pemadam kebakaran juga terlihat tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.
Belum Ada Penjelasan ResmiHingga saat ini, pemerintah Tiongkok belum memberikan tanggapan resmi mengenai insiden tersebut maupun penyebab kecelakaan.
Menurut laporan artikel ini, otoritas dengan cepat membatasi penyebaran foto dan video kejadian di internet. Kawasan di sekitar CITIC Tower juga telah ditutup, dengan banyak petugas kepolisian berjaga di lokasi.
Menjadi Perbincangan Hangat di InternetInsiden tabrakan pesawat ini memicu banyak komentar di media sosial, khususnya di platform X.
Beberapa komentar warganet yang dikutip dalam artikel antara lain:
- “Rasanya seperti versi Beijing dari peristiwa 11 September (9/11).”
- “Versi Tiongkok dari 9/11?”
- “Di Beijing ada begitu banyak gedung, tetapi pesawat justru menabrak gedung tertinggi, China Zun. Benarkah ini hanya kecelakaan?”
- “Bahkan drone saja dilarang terbang di Beijing. Sulit membayangkan bagaimana sebuah pesawat bisa menabrak gedung.”
- “Bahkan kebijakan larangan terbang Xi Jinping pun gagal total.”
- “Dampak fisiknya mungkin tidak terlalu besar, tetapi simbolismenya sangat kuat. Dari gedung itu bahkan bisa melihat Zhongnanhai.”
- “Beijing diawasi seperti penjara, tetapi tetap bisa terjadi insiden sebesar ini. Sungguh ironis.”
Berdasarkan puing-puing yang terlihat di lokasi, artikel tersebut menyebut bahwa pesawat yang mengalami kecelakaan diduga merupakan Sunward SA60L Aurora, sebuah pesawat olahraga ringan bermesin tunggal dengan dua tempat duduk yang dikembangkan oleh Hunan Sunward Technology (kini Sunward Star Aviation).
Pesawat tersebut disebut sebagai pesawat olahraga ringan buatan dalam negeri pertama di Tiongkok yang memperoleh sertifikat tipe dari otoritas penerbangan sipil dan diproduksi secara massal.
Operator Pesawat Dikabarkan Tidak Dapat DiaksesMenurut informasi yang beredar di internet, pesawat tersebut diduga dioperasikan oleh Dongshi Shuangyue General Aviation, perusahaan yang berdiri pada tahun 2020.
Perusahaan itu bergerak di bidang:
- wisata udara,
- penerbangan rekreasi,
- pelatihan lisensi pilot,
- fotografi udara,
- pertunjukan penerbangan, dengan basis operasi di Bandara Umum Shifosi, Distrik Pinggu, Beijing.
Kini situs web resmi perusahaan saat ini sudah tidak dapat diakses. (***)





